oleh

Warga Tarokan Merasa Ditikung Soal Fee Pembebasan Lahan Bandara

KEDIRI | optimistv.co.id – Patut disayangkan kelakuan oknum tim pembebasan lahan Bandara Kediri. Pasalnya fee atau komisi yang harusnya diberikan kepada masyarakat yang berhak menerima malah tidak diberikan alias disikat.

Nasib sial seperti ini setidaknya dialami oleh Rohmad Wisuguh, mantan Kepala Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dimana saat menjabat Kades Bulusari tahun 2019 yang lalu telah berhasil membebaskan lahan masyarakat desanya dengan transaksi sekitar Rp. 185 milyar.

“Masya Allah, pada saat menjabat Kepala Desa Bulusari saya berhasil membebaskan lahan bandara dengan transaksi sekitar Rp. 185 milyar, tapi saya kok tidak menerima satu rupiah pun dari semua transaksi tersebut,” ucapnya, Selasa (15/12/2020) pagi.

Lebih lanjut Suguh mengatakan, dirinya mendapat kabar dari teman-teman pimpinan dan managemen di GG dan BDI bahwa semua fee/komisi pembebasan lahan bandara saat menjabat Kades Bulusari sudah cair alias sudah dibayarkan oleh pihak GG.

“Tetapi mengapa kok hak saya tidak dikasihkan ke saya,” ucapnya sambil geleng kepala, seraya menambahkan, Kok berani ya orang-orang itu mempermainkan uang dari GG, padahal hak orang lain harus dikasihkan. Apalagi ini urusan tanah. Apa tidak takut nantinya juga akan ditimbun di dalam tanah ?

Saat ditanya siapa yang membawa uang Fee/komisi dari GG, Suguh menjelaskan, ketika dirinya dan pemerintah desa disuruh membebaskan lahan bandara oleh tim sembilan dalam hal ini Sukadi, S.E, M.M yang saat itu menjabat Kabag Hukum Pemkab Kediri. Anehnya dirinta diberi tahu oleh pejabat GG bahwa Fee nya sudah dibayarkan semuanya.

“Tetapi saya kok tidak dikasih satu rupiah pun oleh Sukadi. Terus kemana itu larinya uang yang sudah cair dari GG ? Jumlahnya banyak lo Mas, Transaksi pembayaran saja sampai sekitar Rp. 185 milyar,” tegasnya.

Suguh berharap dan mengingatkan kepada yang merasa membawa fee nya agar segera memberikan.

“Saya sebagai manusia normal dan taat beragama, masih mengingatkan kepada yang merasa membawa hak-hak saya. Masalah uang dari GG jangan berani main-main, apalagi ini tanah yang dibebaskan tanah bekas kerajaan. Pasti tidak barokah dan malati,” pesannya.

Sementara itu saat Wartawan media berusaha menghubungi Sukadi untuk minta konfirmasi melalui handphone dan WhatsApp nya, tidak aktif.

Reporter : Hadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed