oleh

Warga Lereng Kelud Minta Dibangunkan Waduk

KEDIRI | optimistv.co.id – Keinginan dan tekad masyarakat lereng Kelud untuk segera terwujutnya sebuah bendungan/waduk semakin kuat. Hal ini dikarenakan mereka sering mempunyai masalah dengan air.

Robi Wijanarko (43) salah satu tokoh masyarakat di Plosoklaten mengaku tahu persis permasalahan air di daerah setempat, sehingga kebutuhan bendungan itu sangat diperlukan.

“Saya asli Plosoklaten, makanya tahu persis permasalahan disini. Kalau pada saat musim hujan bingung untuk membuang air. Artinya banjir dimana-mana. Tapi kalau musim kemarau, ganti bingung mencari air. Disitu saya mencari gambaran bahwa perlu dibuatkan bendungan yang berskala besar agar kalau musim hujan bisa menampung air dan bisa mencegah banjir,” ucapnya.

Sebaliknya, lanjut Robi Wijanarko, pada saat musim kemarau, airnya bisa dialihkan ke pertanian.

“Dengan adanya bendungan tersebut saya yakin nanti efek lingkungan hidup daerah kaki gunung Kelud yang selama ini kering kerontang bisa menjadi hijau lagi, bisa untuk observasi lingkungan hidup, bisa untuk pariwisata, bahkan dapat meningkatkan perekonomian dan bertambahnya UMKM,” ujarnya.

Ilustrasi (foto : istimewa)

Ditambahkannya, dengan dibangunnya proyek bandara di Kediri, ibaratnya genderang telah dibunyikan. Sehingga perlu menggali aspek sinergis antara pembangunan bandara dan pembuatan bendungan sebagai pusat pariwisata dan observasi serta memperbaiki lingkungan hidup.

Pria murah senyum ini menjelaskan, secara umum nanti kalau bandara Kediri dibangun, pihaknya yakin akan banyak orang yang terbang ke Kediri dan mampir ke tempat wisata yang ada.

“Perekonomian akan tumbuh dan hidup. Sehingga berdampak langsung ke masyarakat Kediri. Selanjutnya Plosoklaten itu tersimpan material yang luar biasa jumlahnya. Saat Gunung Kelud meletus, kita tidak tahu membawa apa dalam letusannya yang sekarang terpendam. Dengan adanya pembangunan bandara, jadi tata ruang yang akan dikerjakan jangan sampai seperti Jakarta, malah banyak membuat jalan-jalan buntu,” terangnya.

Dirinya juga mengajak semua elemen untuk ikut berpartisipasi, jangan sampai nanti mengambil material dari luar daerah, semuanya cukup dari Kabupaten Kediri.

“Sudah jelas kita ketahui bahwa lereng Kelud selama ini dikuasai para pemegang hak guna usaha (HGU), ada dari Ngadirejo ada dari Jengkol dan lainnya. Kita sebagai warga protes. Hari ini mereka hanya mengekplorasi hasil bumi dimana-mana. Seharusnya lereng gunung itu kelihatan hijau, menjadi paru-paru kabupaten dan kota, tapi nyatanya kering, gersang, kesuburannya sangat minim. Maka dari itu perlu inisiatif kenapa harus buat bendungan,” imbuhnya.

Saat ditanya daerah mana yang cocok dibuat bendungan, pria yang sehariannya sebagai petani ikan Koi dan Mujahir ini menjelaskan, titiknya di Desa Ploso Kidul, karena di situ banyak sekali sumber-sumber air.

“Kalau kita lihat tata ruang, jalan raya disitu jadi akses menuju Blitar. Kalau di barat sungai sudah ada bandara, dan sebelah timur dibuka pariwisata, pastinya akan bisa menyedot para wisatawan untuk berkunjung,” jelasnya.

Masih menurut sumber yang sama, bahwa daerah Plosoklaten sebagai surganya pariwisata. Kalau potensi itu digali, maka sektor transportasi dan travel berkembang.Disitu juga gudangnya UMKM, banyak pembudidaya Koi, dan ada juga industri bekicot dan lain sebagainya.

Reporter : Hadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed