oleh

Temu Alumni 87 SMP Islam YBWPI Kota Kediri

KEDIRI | optimistv.co.id – Alumni 87 SMP Islam YBWPI (Yayasan Badan Wakap Pendidikan Islam) Kota Kediri, Minggu, 22 November 2020 pagi menggelar reuni Sambung Roso Madyo Konco yang dikemas dalam ‘Merajut Kembali Kenangan Masa Lalu’.

Pelaksanaan kegiatan di Aula SMP Islam YBWPI Kota Kediri ini, berjalan sukses dan lancar dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Meskipun semua serba sederhana dan terbatas, namun acara demi acara berjalan sesuai rencana. Seluruh panitia bersama bahu membahu saling gotong royong, baik siang dan malam guna mensukseskan kegiatan acara temu Alumni 87 ini.

Kepala Sekolah SMP Islam YBWPI Kota Kediri, Drs. Supriadi, MM

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMP Islam YBWPI Kota Kediri saat ini, Drs. Supriadi, MM sangat mengapresiasi kegiatan mulia dengan harapan kedepannya bisa lebih semangat dan bisa mengadakan temu kangen tiga angkatan. Mulai alumni tahun 85-87 atau 87-90, supaya ada sinergitas sebagai garda kedepan demi kemajuan keberadaan sekolah.

Supriadi juga mengucapkan terimakasih kepada Alumni 87 atas kerjasamanya selama ini, meskipun dalam suasana pendemi Covid-19, namun tetap mematuhi Protokol Kesehatan. “Semoga Alumni 87 bisa jadi tonggak sejarah awal dalam giat ini dengan gelar pertama di detik akhir tahun 2020. Yang jelas kami selalu mendukung dan siap untuk berkerjasama,” tuturnya.

Drs. Sudarsono, Alumni Guru SMP Islam YBWPI

Drs. Sudharsono, Perwakilan Alumni Guru 87 menyampaikan, bahwa kegiatan alumni ini adalah hal yang sangat luar biasa. “Benar-benar luar biasa, dengan waktu yang singkat, kekompakan para panita bersama bisa menggelar acara mulia ini. Saya salut. Alumni 87 hebat. Terjalinnya komunikasi adalah kunci keberhasilan bersama dalam suatu organisasi,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Alumni 87 ini sudah terbentuk 5 bulan yang lalu. Mulai dari saling berkunjung dan mengunjungi satu sama lain. Sehingga komunikasi terus sambung secara fisik dan virtual selama 24 jam nonstop melalui Group Whats App, sehingga dalam rencana kegiatan apapun selalu dilakukan kordinasi, akhirnya bertemulah tema Merajut Kembali Kenangan Masa Lalu.

Dalam acara temu Alumni 87 ini, juga dilaksanakan kirim doa kepada para guru-guru dan teman-teman Alumni 87 yang berjumlah 71 siswa, 4 diantaranya telah meninggal dunia.

Ustadz Misbach, pemimpin doa tahlil mengatakan, bahwa mengirim doa bagi yang meninggal adalah kewajiban kita yang masih hidup, karena hanya bekal doa kitalah mereka para almarhum akan selalu mendapatkan tempat di sisinya dan diampuni segala dosanya.

Dalam sambutan Mutiara Hikmah, Kyai Jamingan dari Dukuh Ngadiluwih menuturkan, ukhuwah persaudaraan adalah salah satu kewajiban mulia dengan nilai ibadah yang luar biasa dan sangat berpahala. “Karena silahturohmi bisa menambahkan umur dan kesehatan kita, bahkan rizki. Semoga kebersamaan reuni ini bisa terjalin hingga kakek nenek. Aamin,” pungkasnya.

Reporter: Team Optimis TV

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed