oleh

Soal Guru Sertifikasi Double Job, Ketua Yayasan Sendang Pelan Diduga Sengaja Tutup Mata

SUMENEP | optimistv.co.id – Polemik terkait dengan persolan Guru Sertifikasi di MI Nurul Huda dan MA Nurul Amien Saronggi, yang diketahui merangkap jabatan (Double Job) sebagai Perangkat Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, nampaknya mulai menjadi buah bibir dari berbagai kalangan masyarakat setempat.

Bahkan informasi terbaru yang diterima oleh awak media optimistv.co.id., pihak Yayasan Sendang Pelan yang menaungi MI Nurul Huda dan MA Nurul Amien diduga memang sengaja tutup mata terkait persoalan Guru Sertifikasi yang Double Job tersebut.

Menurut sumber media ini, pihak Yayasan Sendang Pelan ini terkesan melindungi ke dua Guru Sertifikasi yang Double Job tersebut. Sebab, sejak dari pengangkatan ke dua Guru Sertifikasi itu sebagai Perangkat sampai sekarang, pihak yayasan ini cuek/apatis meskipun sudah ada yang menyemprot.

“Bahkan pada saat salah satu Guru Sertifikasi MI Nurul Huda yang bernama Mukhlis Aziz, S.Pd, dilantik sebagai Sekretaris Desa oleh Kepala Desa Pagarbatu, Ketua Yayasan Sendang Pelan turut hadir dalam acara pelantikan tersebut,” ujarnya.

Lanjut sumber, jika memang pihak Yayasan ini tidak melindungi ke dua oknum Guru Sertifikasi tersebut, dari awal pihak Yayasan harusnya sudah mengambil sikap, karena dalam petunjuk tekhnis penyaluran tunjangan profesi guru (TPG) tahun 2020 bagi Guru Madrasah, oleh Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia pada BAB III Point 16 dan 17 sudah sangat jelas bahwa penerima TPG adalah Guru Sertifikasi tidak boleh merangkap jabatan.

“Padahal pengangkatan Mukhlis Aziz, S.Pd, sebagai Sekretaris Desa itu sejak tanggal 17 Maret 2020 yang lalu, selama kurang lebih enam bulan ini pihak Yayasan tidak berbuat apa-apa. Sementara Muhammad Saftan diangkat sebagai Kasi Pemerinta baru di bulan ini yang mulai ramai diperbincangkan,” imbuhnya.

Sementara sampai berita ini diterbitkan, Ketua Yayasan Sendang Pelan, belum bisa dimintai keterangan secara resmi oleh awak media optimistv.co.id.

Pasalnya, pada saat awak media melakukan upaya konfirmasi kepada Ketua Yayasan Sendang Pelan melalui telephone aplikasi whatsapnya (WA) tidak aktif. Bahkan pesan wathshap dari awak media sampai saat ini juga masih belum masuk (centang satu).

Diberitakan sebelumnya, Sebanyak tiga orang Perangkat Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendapatkan sorotan tajam dari publik.

Sebab, ke-tiga oknum Perangkat Desa yang diketahui bernama Mukhlis Aziz, S.Pd, Arie Bastian, S.Pd, dan Muhammad Saftan, S.Pd, yang dikukuhkan pada bulan Maret dan bulan Juni oleh Kepala Desa Pagarbatu tersebut sampai saat ini masih berstatus sebagai Guru Sertifikasi di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep.

Menurut sumber media optimistv.co.id., mengatakan, jika dari tahun 2015, Mukhlis Aziz, S.Pd, sudah berstatus Guru Sertifikasi di MI Nurul Huda Kecamatan Saronggi. Sementara Muhammad Saftan dari tahun 2014 menjadi Guru Sertifikasi di MA Nurul Amien, Kecamatan Saronggi. Sedangkan Arie Bastian berstatus Guru Sertifikasi dari tahun 2012 di MA Nurul Islam, Kecamatan Bluto.

“Meskipun yang bersangkutan saat ini sudah menjadi Perangkat Desa, mereka masih tetap berstatus sebagai Guru Sertifikasi,” kata sumber media ini. Selasa (08-09).

Menyikapai persoalan tersebut, H. Zainurrosi, selaku PLT Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementrian Agama Sumenep, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media menegaskan bahwa Guru Sertifikasi itu tidak boleh double job.

“Secara aturan Guru Sertifikasi itu tidak boleh double jabatan. Intinya yang bersangkutan harus memilih salah satunya. Apa mau pilih Sertifikasinya atau Perangkat Desanya,” katanya

Lanjut pria yang akrab disapa H. Rosi itu menyampaikan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan meminta kepada pengawas di wilayah Kecamatan Saronggi dan Kecamatan Bluto untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Biar nanti langsung dibuatkan surat pernyataan pemunduran diri sesuai dengan apa yang dipilih oleh yang bersangkutan,” tukasnya.

Reporter : Endar

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed