oleh

Siswa SMPN 1 Lengkong Gerudug Kantor Dinas Pendidikan

NGANJUK | optimistv.co.id – Puluhan peserta didik SMPN 1 Lengkong Kabupaten Nganjuk menggelar aksi demo di halaman tengah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Mereka menggelar aksi menolak kebijakan Dinas Pendidikan yang telah memutasi tiga guru tanpa alasan yang jelas, di tengah instruksi Bupati Nganjuk untuk tidak melakukan kegiatan yang mengundang atau mendatangkan massa dan 14 hari dalam masa lockdown serta pendidikan sekolah diliburkan (menjadi belajar rumah).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Mokhamad Yasin ketika dikonfirmasi wartawan

Aksi penolakan yang dikawal oleh dua guru olahraga meminta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk untuk melakukan evaluasi atau membatalkan Surat Keputusan (SK) mutasi untuk tiga guru yang diyakininya sebagai guru yang baik dan telah banyak membawa prestasi bagi para peserta didik.

Sedangkan dua guru ini bagi kami siswa-siswi SMPN 1 Lengkong sangat menakutkan dan yang diyakininya tidak bisa memberi panutan, yaitu Eni Pancaningtyas dan Lis Agustina yang disinyalir telah melakukan tindakan korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) / Program Indonesia Pintar (PIP).

0

Menurut informasi dari guru-guru SMPN 1 Patianrowo bahwa Lies Agustina rencananya akan dimutasi di SMPN 1 Patianrowo, mendengar informasi tersebut guru-guru SMPN 1 Patianrowo langsung bersama sama membuat surat pernyataan penolakan mutasi Lies Agustina kemudian dikirimkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.

Sedangkan Eni Pancaningtyas informasinya rencana akan dimutasi di SMPN 2 Patianrowo, namun nasibnya sama seperti Lies Agustina yang kehadiran ditolak oleh guru-guru SMPN 2 Patianrowo

“Kami tidak rela tiga guru kami dimutasi, karena ke-tiga guru itu yaitu pak Kus guru olahraga banyak berjasa dalam ciptakan prestasi sedangkan bu Sri guru Matematika dan bu Swi guru bahasa Indonesia adalah guru prestasi atau bisa dibilang panutan bagi kami peserta didik di SMPN 1 Lengkong, tapi kenapa tidak guru yang jarang masuk atau guru yang disinyalir telah melakukan penyunatan BSM dan BOS yang dimutasi,” kata Eka Dwi kelas IX peserta aksi penolakan mutasi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Eva Yuli Priyanti kelas VIII yang juga ikut dalam aksi tersebut menyatakan, dirinya beserta teman-temannya dengan tegas menolak mutasi ke-tiga guru yang sangat dicintainya dan bisa dijadikan panutan. Mereka juga menyatakan lebih takut kehilangan ketiga gurunya dari pada Covid-19. Dan apabila pihak Disdik masih melanjutkan atau tidak membatalkan mutasi gurunya akan mendatangkan semua siswa dari SMPN 1 Lengkong.

“Saat kami ditemui Kepala Dinas Pendidikan, kami mengatakan menolak mutasi tiga guru kami karena guru yang baik dan berprestasi kenapa dimutasi sedang yang sama sekali tidak mendidik/mengajar malah dipertahankan, dan jawaban dari Kepala Dinas usulan atau permintaan kami para siswa SMPN 1 Lengkong akan dipertimbangkan,” ujar Eva sesaat setelah ditolak masuk ke Pendopo Pemerintah Kabupaten Nganjuk oleh Satpol PP karena tidak melakukan pemberitahuan aksi sedang dirinya beserta teman-teman lainnya ingin menyampaikan aspirasi kepada Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat.

Di sisi lain Mokhamad Yasin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, disamping memberikan apresiasi atas keberanian para siswa SMPN 1 Lengkong dalam menyampaikan penolakan atau aspirasi, dirinya juga akan meng-evaluasi atau mempertimbangkan usulan (permintaan) para aksi yang menginginkan pembatalan mutasi ke-tiga guru tersebut.

Sedangkan saat ditanya tentang alasan mutasi ketiga guru tersebut dirinya menolak untuk menjabarkannya karena menurutnya tidak bisa disampaikan dalam konteks publik.

“Sesungguhnya SK mutasi belum kami berikan, tapi dengan adanya masukan dari para siswa akan menjadi pertimbangan kami dalam pemberian SK tersebut, apalagi tidak ada kebijakan yang tidak bisa berubah selagi tidak menyalahi aturan perundang-undangan yang ada,” pungkas Kepala Dinas Pendidikan Mokhamad Yasin pada awak media di ruang kerjanya sesaat setelah mediasi dengan para siswa yang melakukan aksi, Selasa, 17/03/2020.

Reporter : M. Subroto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed