oleh

Proyek Irigasi Senilai Rp. 671,7 Juta Dibongkar

BLITAR | optimistv.co.id – Pekerjaan proyek saluran (irigasi) yang terletak di Desa Selopuro, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang disinyalir kurangnya mutu dan tidak sesui dengan bestek, akhirnya terpaksa dibongkar dan harus dilakukan perbaikan kembali.

Menurut keterangan Arif, staf pelaksana pihak rekanan saat ditemui awak media mengatakan, peringatan oleh Komisi III tersebut adalah hal yang mendasar, karena itu memang tugas para wakil rakyat sebagai kontrol agar kedepannya pengerjaan proyek pembangunan di Blitar lebih baik lagi. Atas rekomendasi pembongkaran dari Komisi III tersebut sudah dilaksanakan.

“Kami berkomitmen atas segala hal yang di lapangan, pekerjaan saluran di Selopuro akan kami lakukan perbaikan sesuai rekomendasi dari Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, dan termasuk pekerjaan di Desa Purworejo, kemarin kami perintahkan pekerja untuk mulai bongkar pasangan,” ungkap Arif, Rabu (11/11/20).

Sekretaris Komisi III, Panoto mengatakan, pemeriksaan mendadak (Sidak) yang dilakukan itu, pihaknya hanya memenuhi tupoksinya sebagai komisi yang membidanginya. Mengingatkan agar semua kontraktor berkomitmen dengan kontraknya, agar mutu pekerjaan menjadi bagus, selain itu pihaknya akan mencari tahu semua proses tahapan pekerjaan sebelum tender, bagaimana perencanaannya, pengawasanya, detail gambar, semua harus jelas. Termasuk rumusan harga satuan pekerjaan, kalau ada salah satu hal saja kurang bagus maka itu akan ikut mempengaruhi juga.

“Kita tidak bisa langsung memvonis letak human eror disatu bidang saja, misal pemborong yang salah, atau dinasnya, tetapi ini saling mengkait, kami ingin mengurai dan mengevaluasinya,” tegas Panoto.

Komisi III rencananya juga memanggil para pihak guna penyelesaian masalah yang terjadi. “Kami berharap dapat masukan yang akurat, baik dari OPD, konsultan perencanaan dan teknik, konsultan pengawas serta pihak yang terkait dalam hal tersebut,” pungkas Panoto.

Seperti diketahui, gencarnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Blitar, ternyata tidak semuanya dibarengi dengan kelayakan kwalitas dalam pengerjaannya. Seperti halnya yang terjadi pada proyek saluran irigasi senilai Rp 671,7 juta di sepanjang persawahan Dusun Jajar, Desa/ Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, akhirnya harus dibongkar. Proyek saluran irigasi tersebut dibongkar setelah Komisi III DPRD Kabupaten Blitar melakukan sidak di lokasi.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Sugianto yang langsung memimpin sidak, juga didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, pengawas, serta kontraktor, Jum’at (06/11/2020) langsung mengecek kualitas bangunan dengan martil, seperti palu dan lain-lain.

Mengetahui kualitas bangunan tidak sesuai standar, dewan langsung merekomendasikan agar bangunan saluran irigasi tersebut dibongkar. Mendapatkan rekomendasi untuk membongkar, saat itu juga pihak dinas langsung memerintahkan agar segera dibongkar.

Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto mengaku sangat prihatin dengan hasil pekerjaan saluran irigasi tersebut. Bahkan dari pengakuan pelaksana, baik tukang maupun mandor, kualitas bangunan yang dikerjakannya jauh dari harapan.

“Ini jelas dan pasti merugikan masyarakat. Dengan kondisi seperti ini, untuk menjaga komitmen dan standard kwalitas bangunan, maka tidak ada upaya lain selain dibongkar. Baru kemudian dibangun ulang dengan kualitas yang sesuai standar /spesifikasi teknis harga dan bangunan, dan Bill of Quantity (BQ),” ujar Panoto usai sidak.

Reporter : Muklas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed