oleh

Puskesmas Tladan Luncurkan “Becak Lawu”

MAGETAN | optimistv.co.id – Dinkes memuncul program kegiatan lomba inovasi di semua puskesmas se-Kabupaten Magetan yang dilaksanakan oleh para medis dan kader dimana puskesmas menaungi beberapa desa se-kecamatan.

Dinkes terus memacu bagaimana semua puskesmas di Kabupaten Magetan, terus meningkatkan pelayanan pada masyarakat di semua bidang terutama posyandu yang didalamnya para lansia juga balita rentan terhadap penyakit dikondisi sekarang.

Masa Pandemi Covid-19 tidak menghentikan pelayanan posyandu di Kabupaten Magetan.

Pemerintah daerah Kabupaten Magetan terus berupaya mencari cara bagaimana pelayanan posyandu tetap berjalan.

Seperti di Puskesmas Tladan di bawah kepemimpinan Dr. Nugrahini besiknya sebagai Dokter ahli gigi.

Menaungi 9 desa, dan menyebutnya Magetan itu “Hidden Gem” artinya bahwa magetan adalah permata yang tersembunyi. Kata-kata baru yang disampaikan saat diwawancarai saat usai penilaian inovasi.

Perwakilan Dinkes Kabupaten Magetan dari tim bidang promkes sampaikan tujuan pemerintah daerah mengadakan lomba inovas pelayanan masyarakat, untuk mensuport para medis juga upaya yang bisa memberikan contoh ke puskesmas lain, suksesnya dalam memberikan pelayanan, dimasa kendala terhambat adanya penyebaran covid-19 pada selasa yang lalu (09/10/21).

Dr. Nugrahini Kepala Puskesmas Tladan, menyajikan inovasi yang dipresentasikan saat tim Dinkes mengunjungi, berupa “Becak Lawu”.

Becak Lawu dimaksud tim para medis puskesmas dan kader dari desa, yang menjalankan program pelayanan komunikasi pribadi. Kader langsung datang kunjungan person pada keluarga ibu yang mempunyai anak gizi buruk.

“Tahun 2021 ditemukan 4 balita terjadi gizi buruk di desa Gandong dari9 desadi levelgaris merah. Penyebab gizi buruk pada balita didesa garis merah ini, bukan karena perekonomian keluarga, melainkan cara asuh anak yang salah,” jelas Dr. Nugrahini

Maka para kader yang didampingi tim medis puskesmas memberikan panduan kepada ibu balita, bagaimana cara mengasuh memberi asupan makan yang benar kepada balitanya.

Selain itu juga bagaimana memberikan asupan makan dengan variasi kepada anak, sehingga anak mau makan dan terpenuhi gizi yang dibutuhkan tubuh balita.

Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan untuk masyarakat dimana yang butuh perhatian.

Namun, menghadapi pandemi pelayanan posyandu perlu melakukan inovasi untuk penyesuaian baru.

Selain komunikasi pribadi ada komunikasi secara online, melalui group wa menghadirkan tim medis puskesmas, sekdes dan ibu yang balitanya pertumbuhan badan tidak seimbang berat sama umurnya.

Reporter : Suci

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed