oleh

Penyaluran BST Kurang Tepat Sasaran, Ketua LIPK Desak Dinsos Sumenep Evaluasi Data Penerima Manfaat

SUMENEP | optimistv.co.id – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial (Kemensos) tahun 2020 yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin yang terdampak Covid-19 di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai mendapatkan sorotan tajam dari berbagai lapisan masyarakat Kabupaten Sumenep.

Pasalnya, penerima manfaat BST Kemensos di Kabupaten Sumenep dinilai kurang tepat sasaran, bahkan ditemukan ada penerima BST Kemensos yang diduga juga terdaftar sebagai penerima bantuan sosial lain yang sama-sama bersumber dari uang negara.

Melihat fenomena tersebut, membuat Ketua LSM LIPK Sumenep, Sayfuddin geram dan mulai angkat bicara.

Menurutnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep harus transparan soal data penerima Bantuan Sosial Tunai dari Kemensos tahun 2020 yang telah disalurkan kepada warga pada beberapa waktu yang lalu.

“Karena data penerima bansos/BST wajib dipampang di Balai Desa atau di ruang terbuka agar masyarakat mengetahui siapa saja yang menerima atau mendapatkan bansos/BST itu,” kata Sayfuddin kepada media ini. Kamis, (28-05) melalui pesan aplikasi watshapnya.

Sebab, lanjut pria yang akrab disapa Say itu, saya menduga masih ada satu KK yang bisa menerima dua bansos dari pemerintah. “Dan hal ini sangat disayangkan sekali terkait adanya data yang masih tidak valid atau tumpang tindih yang mengakibatkan bansos ini tidak tepat sasaran,”ujarnya.

Ia meminta kepada Dinas Sosial Kabupaten Sumenep untuk segera mengevaluasi atau mengkroscek kembali data penerima bansos/BST dari Kemensos di Kabupaten Sumenep.

“Karena masih banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan dari pemerintah namun sampai saat ini masih belum tersentuh bansos/BST itu,” harapnya.

Ia juga berkomitmen akan terus mengawal penyaluran bansos/BLT kepada masyarakat yang terdampak covid-19. Hal itu bertujuan agar tidak lagi terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan mengirimkan surat kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep untuk meminta data penerima bansos/BST tahun 2020.

“Sebagai suatu bentuk keseriusan Lembaga kami dalam mengawal penyaluran Bansos untuk masyarakat miskin yang terdampak Covid-19, kami akan mengirim surat kepada Dinas Sosial Sumenep untuk meminta data penerima BST di Kabupaten Sumenep tahun 2020,” tukasnya.

Reporter : Amien – Endar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed