oleh

Penulis Artikel Bertajuk “Moralitas Wakil Rakyat Sumenep Dengan Botol Bir” Dipolisikan

SUMENEP | optimistv.co.id – Sebuah artikel/opini yang bertajuk “Moralitas Wakil Rakyat Sumenep Dengan Botol Bir” yang diterbitkan oleh salah satu media online di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur nampaknya akan menjadi mala petaka bagi sang penulis.

Pasalnya, penulis dari artikel tersebut saat ini telah diadukan ke aparat penegak hukum (APH) Polres Sumenep oleh H. Latib, salah satu Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurut Syaiful Bahri, SH, selaku kuasa hukum dari H. Latib megatakan, maksud dan tujuan dirinya bersama kliennya mendatangi Mapolres Sumenep adalah untuk melaporkan penulis dari artikel yang berjudul “Moralitas Wakil Rakyat Sumenep Dengan Botol Bir” tersebut.

“Dimana artikel tersebut patut diduga telah mencemarkan nama baik kliennya, karena gambar yang dipasang dalam artikel tersebut adalah photo kliennya,” kata Syaiful Bahri, SH, kepada media optimistv.co.id., Sabtu (04-07) di halaman Satreskrim Polres Sumenep.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Ipung itu mengatakan, segala pengaduan dirinya bersama kliennya telah diterima oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumenep.

“Pengaduan kami tadi sudah diterima oleh Unit Pidter Polres Sumenep, dan insya allah hari Senin akan dilakukan gelar perkara,” tukasnya.

Sementara menurut, H. Latib, saat dimintai keterangan oleh media optimistv.co.id., mengaku sangat dirugikan dengan terbitnya sebuah artikel/opini tersebut. Sebab, artikel tersebut telah mencemarkan nama baik dirinya dan juga nama baik keluarga besarnya.

“Secara pribadi saya ingin menjelaskan kepada masyarakat, artinya saya saat ini dalam posisi dianiaya secara nama baik dari saya pribadi dan nama baik keluarga besar saya. Karena ada pencemaran nama baik disitu, yang disangkanya disitu saya sering meminum minuman yang beralkohol,” kata H. Latib. Sabtu (04-07).

Lanjut H. Latib, padahal disitu saya posisinya cuman berselfi saja. Masak salah kalau misalnya saya berselfi di depan gereja, lalu masyarakat langsung menyangka saya sudah masuk agama kristen kan tidak toh, dilihat dulu darimana dan apa. Bukannya langsung memvonis saya yang macem-macem.

“Jadi sekali lagi saya sampaikan kepada masyarakat sumenep kalau saya disini bukan mencari pembenaran. Tapi mohon maaf, saya bukannya mengandalkan, saya memang memerangi hal-hal yang keluar dari koridor atau aturan islam,” ujarnya.

Untuk saat ini, sambung ketua fraksi partai PPP itu, laporan kami sifatnya masih delik aduan dulu, artinya kami saat ini posisinya masih mencari pembenaran hukum, karena kami ini kan tahu hukum. “Dan saya pasrahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak Kepolisian dan Pengacara saya,” imbuhnya.

Beliau kembali menegaskan bahwa artikel yang diterbitkan oleh media online yang pernah menerbitkan berita dengan judul “Konspirasi TKSK Ganding Dengan Mafia Beras, Otak Media Jangan Jadi Sampah” tersebut sangat merugikan dirinya.

“Dari sisi integritas artikel tersebut sangat jelas merugikan saya. Sebab, saya saat ini seorang politikus, posisi saya saat ini harus sangat berhati-hati, baik dalam berbicara maupun dalam bersikap,” sambung dia.

“Jadi tolong digaris bawahi, H. Latib yang dulu adalah seorang pengusaha, tapi H. Latib yang sekarang adalah anggota dewan. Dalam artian saya ini ikut partai, dan tentunya partai itu ada aturan mainnya atau AD/ART nya. Dan partai saya bernafaskan islam, dan di dalam garis-garis besar partai kami mengutamakan memerangi perbuatan yang Keji dan Mungkar,” tukasnya.

Reporter : Endar – Amien

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. Makanya jangan budayakan dikit2 selfi..
    Yg jelas klo org srlfi begronx gereja dia ke greja.. selfi dg pelacur brarti dia lg deket/jalan bareng pelacur.. ntah nglakuin apa dg placur ya gak smua orang tau.. trus klo mreka curiga dia ngapai sama placur ya,, apa salah/siapa yg salah?
    Klo pengen di duga ke mesjid ya begrounx mesjid.. klo mau di duga sering ke diskotik selfix ya di lampu kelap kelip walopn itu di kamar sendiri..
    Masak kurang pinter gtu mewakili org2 yg lebih pinter..

  2. Tulisan “Moralitas Wakil Rakyat Sumenep dengan Botol Bir” saya pernah membacanya dengan cermat lima hari yang lalu, penulisnya Deni Puja Pranata seorang jurnalis yang memiliki perasaan lembut dan berfikir lurus. Saya kira tidak mungkin, penulis memiliki maksud jahat. Kenapa harus dilaporkan ke polisi?

News Feed