oleh

Pentingnya Nutrition Fact Pada Produk Olahan Perikanan UMKM Di Jawa Timur

SURABAYA | optimistv.co.id – Jawa Timur memiliki potensi perikanan yang harus dimanfaatkan secara optimal dan lestari untuk bangsa, terutama dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional.

Hal ini dikarenakan memiliki garis pantai sepanjang 3.498,12 Km dengan luas 54.718 Km2 dan pulau sebanyak 427 pulau.

Pada peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannnas) tahun 2021 dengan mengusung tema “Ikan Untuk Generasi Tangguh dan Unggul” diadakan di Dyandra Convention Center Surabaya.

Hal ini menunjukkan bahwa pangan dan gizi adalah hal yang saling terkait dan saat ini masih menjadi masalah nasional yang perlu diselesaikan.

Untuk memeriahkan peringatan Harkannas Ke-8 Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur melakukan talk show Nutrition fact.

Ketahanan pangan nasional serta pemenuhan gizi masyarakat, terutama protein telah menjadi perhatian serius pemerintah.

Berbagai upaya pun terus dilakukan salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ikan sebagai bahan pangan yang mengandung protein berkualitas tinggi.

Dalam Talk show Nutrition fact produk hasil perikanan di UKM, juga dihadiri Nur Hidayah, S. Si., Apt dari BPOM Surabaya. Dijelaskan olehnya
tentang pentingnya Informasi Nilai Gizi (ING), yakni daftar kandungan zat gizi dan zat nongizi Pangan Olahan sebagaimana produk Pangan Olahan dijual (as sold) sesuai dengan format yang dibakukan.

“Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah suatu nilai yang menunjukkan kebutuhan rata-rata Zat Gizi tertentu yang harus dipenuhi setiap hari bagi hampir semua orang dengan karakteristik tertentu yang meliputi umur, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi fisiologis, untuk hidup sehat, “ucapnya.

Lanjut Nur Hidayah, ada beberapa kelompok informasi gizi yang harus dicantumkan adalah Energi total, Lemak Total, Lemak Jenuh, Protein, Karbohidrat Total, Gula dan Natrium.

“Sedangkan untuk zat gizi yang wajib dicantumkan dengan persyaratan tertentu adalah lemak trans, kolesterol dan serat pangan. Zat gizi yang dapat dicantumkan adalah energi dari lemak, energi dari lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal, lemak tidak jenuh ganda, serat pangan larut, serat pangan tidak larut, gula, alkohol, vitamin dan mineral, “terangnya.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan (P3KP)
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim, Nurwahidah melalui Kepala Seksi (kasi) Bina Mutu dan Diversifikasi Produk P3KP, Suhadi mengatakan, bahwa DKP Provinsi Jatim telah melakukan pengujian Nutrition Fact terhadap produk perikanan yang dihasilkan para UMKM di Jawa Timur.

Takaran Saji adalah jumlah Pangan Olahan yang wajar dikonsumsi dalam satu kali makan, yang sesuai untuk Pangan Olahan tersebut.

Galeri Hasil Uji Nutrition Fact Pada Produk Olahan Ikan di Jatim

“Jumlah sajian per kemasan adalah jumlah Takaran Saji yang terdapat dalam satu kemasan Pangan. Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi 2150 kkal. Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah, “terangnya.

“Dalam Kegiatan Harkannas tahun ini juga menampilkan Galeri Produk Hasil Uji Nutrition Fact yaitu produk perikanan dari para UMKM yang sudah dilakukan uji nutrition fact. Hasil uji yang ditampilkan terdiri dari kelompok olahan beku atau frozen food, ikan kering, krupuk ikan atau udang, sambal, abon ikan. Galeri ini menginformasikan kepada masyarakat bahwa kandungan gizi pada produk perikanan sangat diperlukan oleh tubuh, maka dengan mengkonsumsi ikan diharapkan menjadi Generasi Tangguh dan Unggul, “pungkasnya.

Reporter : Hadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed