oleh

Pengelolaan Budidaya Ikan

KEDIRI | optimistv.co.id – Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Kamis 21 Oktober 2021 menggelar kegiatan pelatihan pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan di Gedung balai desa Wonorejo kecamatan Ngadiluwih kabupaten Kediri Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan pelatihan diantaranya Drs. H. Mujiono anggota DPR kabupaten Kediri, Muhammad Anas Kepala desa Wonorejo beserta perangkatnya, Santoso, S.Sos.,MM Kepala bidang perikanan budidaya dan ASN Dinas Perikanan Kabupaten Kediri.

Sedangkan narasumber pelatihan pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan, Arif Muttaqin, S.Pi dari Dinas peternakan perikanan kabupaten Blitar dan peserta pelatihan Kelompok Perikanan Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Dusun Kolak, Desa Wonorejo, serta Kelompok pembudidaya ikan Desa Badalpandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Ahmad Royani, Bendahara Pokdakan Wonomina saat Bertanya Kepada Arif Muttaqin Selaku Narasumber

“Usai giat pelatihan pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan, Nur Hafid, S.Pt.,MM Plt. Kepala dinas perikanan kabupaten Kediri, dikonfirmasi melalui WhatsApp mengatakan kegiatan seperti ini dilaksanakan secara rutin, setiap tahun ada” Jelas Nur Hafid.

Arif Muttaqin salaku narasumber penanganan dan penanggulangan penyakit ikan dan lingkungan di konfirmasi mengatakan ini tadi kegiatan dari Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, tentang penanganan dan penanggulangan penyakit ikan dan lingkungan, jadi penyakit ini kan menjadi momok untuk masyarakat pembudidaya.

“Dari dinas perikanan Kabupaten Kediri berusaha untuk memberikan bagaimana pembudidaya itu nanti bisa mendapatkan solusinya, lewat pelatihan ini kan pembudidaya akhirnya tau apa yang harus dilakukan ketika ikan itu sakit, penanganannya gimana dan pengobatannya bagaimana,” jelas Arif

Ahmad Royani, salah satu peserta bertanya kepada Arif Muttaqin salaku narasumber, apa yang kita lakukan untuk menangani ikan dari daerah lain di bawa ke Kediri supaya tidak mati, sebab kemarin ikan dari Tulungagung sudah dikarantina sampai di Kediri banyak yang mati.

Peserta Sosialisasi Pembudidayaan Ikan

Sementara Arif Muttaqin salaku narasumber menjelaskan itu ada kesalahan ketika proses sebelum transportasi, ikan itu sebelum ditraspotasi harus dikarantina dulu minimal 2-3 hari, bahkan satu minggu lebih baik.

Arif Muttaqin menambahkan kalau karantinanya bagus otomatis ikan itu ketika ditraspotasi sehat.

Kalau sudah dikarantina ikan banyak yang mati, mungkin kesalahan ada di kolam, persiapan kolam kurang baik, apa kolam airnya baru.

“Nah kalau sudah terjadi seperti itu harus penanganan yang tepat, kalau pengelolaan tepat ikan bisa diselamatkan.” ungkap Arif Muttaqin.

Kegiatan pelatihan pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan berjalan lancar dan melaksanakan protokol kesehatan.

Reporter : Edy Siswanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed