oleh

Penerima BLT DD di Desa Pakamban Daya Terindikasi Hubungan Ke Keluargaan

SUMENEP | optimistv.co.id – Dalam rangka meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, pemerintah pusat hingga daerah memberikan perhatian khusus bagi warga terdampak pandemi ini, dengan cara memberikan bantuan sosial (bansos).

Namun mirisnya, bantuan yang diperuntukkan kepada masyarakat yang kurang mampu (miskin) tersebut justru banyak yang tidak tepat sasaran, sehingga mendapat sorotan banyak orang.

Seperti halnya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Dimana BLT DD di Desa tersebut dinilai salah sasaran oleh berbagai lapisan masyarakat setempat.

Parahnya lagi, program BLT DD di Desa Pakamban Daya mulai tercium aroma kolusi dan nepotisme. Sebab, keluarga Perangkat Desa setempat juga ikut menikmati program bantuan sosial tersebut.

“Sangat aneh ketika Pemerintah Desa itu mengaku tidak tahu jika ada peserta penerima BLT DD di Desa Pakamban Daya. Sebab, diantara guru sertifikasi itu ada menantu dari Bendahara Desa dan suami dari anggota BPD setempat,” kata sumber yang dipercaya kepada media ini. Rabu (10-06).

Bahkan, lanjut sumber, menantu Bendahara Desa berinisial AM, warga Dusun Tambak, Desa setempat merupakan warga yang cukup kaya dan mempunyai usaha yang cukup mapan. “Dia itu punya usaha toko yang cukup besar dan juga punya kendaraan roda empat (mobil),” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, penyaluran program BLT DD di Desa Pakamban Daya, dinilai salah sasaran oleh berbagai lapisan masyarakat setempet. Pasalnya, warga yang berprofesi sebagai guru sertifikasi di Desa tersebut mendapatkan jatah BLT DD dari Pemerintah Desa setempat.

“Hal ini sangat disayangkan sekali, seorang guru yang sudah memiliki tunjangan dari pemerintah masih juga masuk dalam data penerima bantuan BLT DD. Padahal di Desa Pakamban Daya ini tidak kekurangan warga yang lebih berhak dan lebih pantas untuk menerima bantuan tersebut,” kata warga setempat kepada media ini. Sabtu (06-06), melalui pesan aplikasi wathsapnya.

Di sisi lain, saat Sekretaris Desa (Sekdes) Pakamban Daya dikonfirmasi oleh awak media ini, mengatakan tidak tahu jika peserta penerima manfaat BLT DD di Desa setempat ada yang berstatus sebagai guru sertifikasi.

“Korang oneng jugen gi (kurang tahu juga ya),” kata Sekdes Pakamban Daya menggunakan bahasa madura. Sabtu malam (06-06), melalui sambungan via telephone selulernya.

Ia menambahkan, semua data penerima manfaat BLT DD di Desa Pakamban Daya merupakan usulan dari RT/RW dan Kepala Dusun masing-masing.

“Yang lebih tahu itu adalah dibawah, karena yang melakukan pendataan itu adalah RT/RW dan Kepala Dusun. Dan data itu kami verifikasi waktu di Musdes Khususkan dengan BPD. Data yang diusulkan dari bawah disetujui oleh BPD,” tukasnya.

Reporter : Endar – Amien

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed