oleh

Pemkot Kediri Fasilitasi Kemenko Perekonomian Gali Isu Smart City di Daerah

KOTA KEDIRI | optimistv.co.id – Perkembangan Smart City disetiap daerah menjadi fokus strategis pemerintah pusat. Hal ini lantaran konsep Smart City didaerah didaulat mampu menyelesaikan permasalahan yang mungkin terjadi. Untuk itu, guna maksimalisasi upaya tersebut, Pemerintah Kota Kediri menfasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menggali berbagai isu implementasi penerapan Smart City di daerah, Jum’at (25/3).

Rombongan yang dipimpin oleh Muksin, Asisten Deputi Ketahanan, Kebencanaan, dan Pemanfaatan Teknologi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Apip Permana di ruang Command Center, Balaikota Kediri.

Muksin dalam kunjungannya, mengatakan bahwa pihaknya membawa sejumlah misi kaitannya dalam implementasi Smart City di daerah. “Maksud dan tujuan kami kesini, pertama yakni untuk melihat seperti apa implementasi Smart City yang ada di daerah, dalam hal ini Kota Kediri. Kedua, kami mengharapkan masukan dari pemerintah daerah tentang kebijakan-kebijakan Smart City, baiknya seperti apa,” ungkap Muksin dalam sambutannya, Jum’at (25/3).

Dikatakan oleh Muksin, ia memutuskan untuk menilik Kota Kediri, lantaran Kota Kediri dinilai sudah berhasil dalam mengembangkan konsep Smart City di daerah dan beberapa kali telah mendulang prestasi serta penghargaan-penghargaan.

“Saat ini kami sedang mengembangkan satelit multifungsi bersama Kemenkominfo dalam guna menghubungkan 150 ribu titik layanan publik di Indonesia dan diharapkan mampu menunjang Smart City di daerah. Untuk itulah, kami harapan masukan dari daerah terkait pengembangan Smar City ini kedepannya,” ujar Muksin.

Menjawab hal tersebut, Apip memaparkan sejumlah implementasi Smart City di Kota Kediri. Ia mengatakan berbagai capaian yang telah berhasil dilakukan oleh Pemerintah Kota Kediri di setiap pilar-pilar Smart City.

Sebagai informasi, pilar-pilar Smart City terdiri dari 6 hal utama, yakni Smart Governance, Smart Economy, Smart Branding, Smart Environment, Smar Living, dan Smart Society.

“Dari pilar Smart Governance LKPPD tahun 2020 predikat kita sangat baik, SAKIP tahun 2020 predikat BB, WTP 7 tahun berturut-turut dan Indeks SPBE tahun 2021 berada di angka 3,06,” terang Apip.

“Kami juga telah memiliki sistem informasi yang terintegrasi yakni SIE, e-SPTPD, KSWI, SAKTI dan e-SUKET. Berkat hal tersebut, tahun 2020 kami meraih penghargaan Innovative Government Award sebagai kota yang sangat inovatif oleh Kemendagri,” lanjut Apip.

Sedangkan dari pilar Smart Branding, kepala Diskominfo tersebut mengenalkan Prodamas Plus, dan 10 kampung keren di Kota Kediri, yakni kampung herbal, kampung tenun ikat, kampung tahu, kampung pecut, kampung seni, kampung wisata air sumber Banteng, kampung wisata dan Kuliner, kampung heritage, kampung tani dan kampung harmoni betta.

Sementara untuk Smart Economy, Kota Kediri pada tahun 2020 IPM Kota Kediri sebesar 78,23. Didukung pula dengan Program Kredit Usaha KURNIA dan Koperasi RW.

“Smart Living kami punya Homecare Peduli, pelayanan kesehatan VVIP gratis. Sementara untuk Smar Society kami usung program English Massive,” ujar Apip.

Dalam kesempatan itu, beberapa upaya pencegahan dan penanggulagan bencana yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Kediri tak luput dipaparkan pula.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Kediri juga sempat terlibat diskusi dengan rombongan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, membahas mengenai beberapa kendala yang ditemui dalam implementasi Smart City.

Hadir dalam kegiatan tersebut, BPBD Kota Kediri, Bappeda Kota Kediri, Dinkop-UMTK Kota Kediri, serta Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Pemerintah Kota Kediri.

Sebagai informasi, pasca diskusi yang terselenggara di ruang Command Center ini, rombongan diajak untuk singgah di klinik UMKM, di kantor Dinkop-UMTK untuk meninjau langsung inovasi bidang perekonomian di Kota Kediri.(Diskominfo Kota Kediri)

Reporter : Edy Siswanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed