oleh

Pemkot Blitar Berikan Reward 2 Siswa Berprestasi Sekaligus Launching Duta 3M

BLITAR | optimistv.co.id – Rabu (11/11/2020) bertempat di Balai Kota Blitar Koesumo Wicitro Pemerintah Kota Blitar memberikan Reward kepada 2 siswa yang berprestasi KSN SMP tingkat Nasional dan penunjukan Duta 3M tahun 2020.

Kegiatan tersebut di hadiri Pjs Walikota Blitar, Dr. Ir. Djumadi, M.MT didampingi Plt Dinas Pendidikan Priyo Suhartono, S.Sos., M.Si, serta Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Blitar. Hal itu dilakukan sebagai suport dan sekaligus penyemangat bagi anak didik (anak usia sekolah), agar lebih optimal dalam meningkatkan kualitas dari sumberdaya manusia.

“Hari ini kita menyerahkan apresiasi berupa Reward, di antaranya berupa uang pembinaan dan laptop dari Pemerintah Kota Blitar kepada dua anak didik terbaik yang kita miliki di tingkat SMP, dan sekaligus melaunching duta 3M untuk anak didik kita di Sekolah Dasar,” tutur Jumadi.

“Seperti yang sudah diraih anak didik kita sebagai penerima medali emas ananda Kelvin Anggoro Febriansyah dari SMP Negeri 2 Blitar dibidang mapael IPS, dan medali perunggu ananda Mochamad Nuha Al Ghifari dari MTs Negeri 1 Karangsari Kota Blitar Mapel Matematika,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut juga digelar penyematan selempang kepada perwakilan siswa SD dan SMP yang menjadi Duta 3M bebas Covid -19.

“Giat kali ini ada dua agenda, pertama pemberian apresiasi kepada Kelvin dari SMP 2 Blitar peraih medali emas KSN bidang sosial tingkat nasional dan Nuha dari MTsN 1 Kota Blitar peraih medali perunggu bidang studi Matematika,” tandasnya.

Pemberian reward tersebut untuk memotivasi kepada siswa-siswi semuanya. Betapa pentingnya sumber daya manusia. “Karena SDM menjadi faktor penting untuk membangun kota, provinsi atau negara agar mempunyai pertumbuhan yang tinggi, salah satunya yakni SDM,” Ucapnya.

“Adapun agenda kedua, kita akan melakukan launching Duta 3M dan ini adalah sesuatu yang penting karena seluruh program pembangunan itu menjadi berhasil karena tingkat partisipasinya tinggi karena kita mengunakan masyaraksat di antaranya siswa,” lanjutnya.

Dan juga bukan tidak mungkin nanti juga menggunakan para Abang becak dan pedagang pasar untuk menjadi duta-duta yang lain supaya berjalan dengan masif dan mempunyai partisipasi yang tinggi, otomatis mereka akan malu nanti jika tidak menerapkan protokol kesehatan yang tinggi.

“Bukan tidak mungkin nanti kita menggunakan abang becak dan pedagang pasar yang akan dijadikan duta-duta yang lain supaya berjalan masif dan mempunyai partisipasi yang tinggi. Jadi dengan sendirinya dia akan malu kalau tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (Adv-Hms)

Reporter : Muklas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed