oleh

Pemkab Nganjuk Gelar Rapat KBM Tatap Muka di SMAN 1

NGANJUK | optimistv.co.id – Memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Pemerintah Kabupaten Nganjuk mulai menggerakkan roda kegiatan di beberapa bidang. Salah satunya dengan mempersiapkan kegiatan belajar mengajar (KBM) yang selama masa Pandemi Covid-19 ini dilakukan secara daring.

Sebelum diberlakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka seperti sediakala, terlebih dahulu rapat koordinasi persiapan pembelajaran bertahap, terbatas, dan bersyarat tersebut dilaksanakan pada Jum’at, 7 Agustus 2020 di aula SMA Negeri 1 Nganjuk.

Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos, MM bersama Wakil Bupati, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.H., MBA, Sekretaris Daerah, Drs. Mokhammad Yasin, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Nganjuk, Dewan Pendidikan serta seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan PKLK (Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) se-Kabupaten Nganjuk.

Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab Nganjuk mendukung penuh rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengembalikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah, namun harus mengedepankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Kami mendukung penuh, namun harus dengan memperhatikan kondisi penyebaran corona saat ini. Selain itu, juga memperhatikan kesiapan-kesiapan sekolah itu sendiri dalam melaksanakan protokol kesehatan. Jangan sampai muncul cluster baru di lingkungan pendidikan,” tutur Mas Novi, sapaan akrab Bupati Nganjuk.

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Nganjuk, Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.H., MBA, beliau juga mendukung kegiatan pembelajaran tatap muka tersebut. Namun harus mengacu pada Menteri Pendidikan, yaitu harus ada surat dari orang tua dan rekomendasi dari Gugus Covid Kabupaten Nganjuk.

“Kita mendukung program proses belajar mengajar dengan cara bertahap, terbatas, dan bersyarat yang dicanangkan oleh Provinsi Jawa Timur,” ujar Wakil Bupati Nganjuk yang akrab disapa Kang Marhaen.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Nganjuk, Drs. Mochamad Asob, M.Pd, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya ingin proses KBM di sekolah segera dilaksanakan. Karena pembelajaran secara daring tidak bisa dipahami secara maksimal oleh muridnya. Utamanya kelas XII, mengingat syarat untuk masuk jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi), siswa harus melakukan tes UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer).

“Jika daring seperti ini, maka kontrol untuk kesiapan dan kepemahaman yang dimiliki anak tentunya kurang maksimal. Kemarin, orang tua siswa kami mintai pendapat dan kami kumpulkan secara bertahap. Hampir semuanya mengaku jika pembelajaran melalui daring itu pemahaman materi tidak bisa full,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Asob, harapannya kepada Pemda Nganjuk, untuk bisa menganalisa dan memutuskan yang paling baik. “Supaya generasi muda tidak hilang pengetahuannya pada masa yang mereka alami,” tegas Kepala SMAN 1 Nganjuk.

Reporter : M. Subroto / Mahbub

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed