oleh

Pemkab Madiun Peringati Hari Aids Sedunia

MADIUN | optimistv.co.id – Dalam rangka memperingati hari AIDS se-dunia yang jatuh pada 1 Desember, maka KPAD Kabupaten Madiun menggelar seminar dan zoom meeting pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, Senin (6/12/2021) di Eka Kapti, yang dibuka oleh Wakil Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto yang juga merupakan Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kab. Madiun.

Dalam arahannya Wakil Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan masalah HIV AIDS perlu mendapat perhatian semua pihak. Untuk itu, dirinya berharap melalui seminar ini bisa membantu Pemkab. Madiun untuk menghentikan penularan HIV/AIDS di daerah ini. Pasalnya, di 15 kecamatan di Kabupaten Madiun sudah ditemukan kasus penyakit berbahaya ini sehingga harus menjadi perhatian semua pihak untuk turut memeranginya.

“Harapan kami kepada semua peserta (seminar) turut membantu KPAD Madiun mengedukasi masyarakat agar HIV/AIDS tidak berkembang. Karena penanggulangan penyakit menular ini bukan tanggungjawab KPAD maupun Dinas Kesehatan semata namun tanggungjawab bersama,” ujar Wakil Bupati Madiun.

Ia menambahkan sekalipun pihaknya telah mengedukasi dan melatih perangkat desa mengenai cara pemulasaraan jenazah ODHA agar tidak menular ke orang lain.

Ditegaskannya, penyebaran HIV/AIDS bukan masalah kesehatan semata namun juga dipengaruhi perilaku masyarakat. Terlebih di era globalisasi dan milenial sekarang ini, lanjut Wabup, seolah dunia tanpa batas, media sosial sangat kuat sehingga dirinya berharap masyarakat Kabupaten Madiun agar lebih sesintif terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan adat budaya bangsa ini. Perlu diketahui, kata Wakil Bupati Madiun, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJN) bahwa tahun 2030 target Indonesia bebas HIV/AIDS, dan RPJN bisa terwujud jika didukung semua masyarakat termasuk warga Kabupaten Madiun.

Diakuinya, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Madiun masih ada. Salah satu penyebabnya kurang terbukanya masyarakat jika merasakan gejala terinveksi HIV/AIDS, sehingga terlambat dalam pengobatan.

“Kita harus yakin kalau penyakit ini bisa diobati. Yang dijauhi itu penyakitnya, bukan orangnya,” tandas Hari Wuryanto.

Reporter : Sugeng Rudianto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed