oleh

Pemerintah Desa Leggung Timur Diduga Lakukan Pungli BST Kemensos

SUMENEP | optimistv.co.id – Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu (miskin) yang terdampak Covid-19 di Desa Leggung Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, diwarnai dengan adanya praktek pungutan liar (pungli).

Pasalnya, Pemerintah Desa setempat diduga meminta sejumlah uang kepada keluarga penerima manfaat setiap pencairan BST di Desa Leggung Timur dengan alasan yang tidak rasional.

Menurut salah satu penerima manfaat BST di Desa Leggung Timur menyampaikan, selama 2 kali pencairan BST Kemensos di Desa Leggung Timur setiap keluarga penerima manfaat (KPM) dimintai uang oleh Perangkat Desa sebesar Rp. 30.000 di Balai Desa setempat.

“Katanya sebagai ongkos taksi dari Balai Desa ke kantor pos Kecamatan Batang-Batang dan juga untuk upah Perangkat Desa yang melayani para penerima manfaat setiap pencairan BST,” kata penerima manfaat BST di Desa Leggung Timur kepada media ini. Kamis (11-06), di kediamannya.

Namun anehnya, meskipun penerima manfaat BST di Desa Legung Timur naik motor sendiri ke Kantor Pos Batang-Batang juga dipungut biaya transport oleh Perangkat Desa setempat.

“Meskipun yang bawa motor sendiri juga diminta. Alasannya karena di Desa lain di wilayah Kecamatan Batang-Batang juga sama dimintai dana Rp. 30.000 per-KPM,” tukasnya.

Sementara sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan secara resmi dari Pemerintah Desa Legung Timur. Pasalnya, saat Kepala Desa (Kades) Leggung Timur, Maskam, dikonfirmasi langsung oleh awak media optimistv.co.id., melalui via telephone selulernya tidak merespon, meskipun nada sambungnya terdengar aktif.

Reporter : Amien – Endar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed