oleh

Pelatihan Pemandu dan Pengembangan Produk Ekowisata Kab. Madiun

MADIUN | optimistv.co.id – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun, dalam hal ini bidang Pemasaran Pariwisata mengadakan Pelatihan Pemandu dan Pengembangan Produk Ekowisata di Pendopo Wisata Alam Watu Rumpuk, desa Mendak Kecamatan Dagangan, Kamis (24/9/2020).

Adapun kegiatan dilaksanakan selama empat hari, dari hari Senin tanggal 21- Kamis 24 September 2020. Hadir pada kegiatan tersebut, Kadin Parpora Anang Sulistijono, S.SoS, MSi, yang sekaligus membuka acara pelatihan, Camat Dagangan, Sekdin, Kabid Pemasaran Pariwisata beserta jajarannya.

Sedangkan peserta pelatihan ada 50 orang dari 20 Pokdarwis yang ada di Kabupaten Madiun, dengan Asesor dari Surabaya 8 orang, serta narasumber 4 orang berasal dari Malang dan Sidoarjo.

Pada kesempatan tersebut, Kadin Parpora Anang menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari tersebut adalah pelatihan sertifikasi pemandu ekowisata dan pengembangan produk-produk yang ada ditempat wisata.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kegiatan pelatihan yang berakhir pada hari Kamis, 24 September 2020, nantinya para peserta melakukan kegiatan evaluasi untuk mendapatkan sertifikasi tersebut.

“Anang menambahkan, berangkat dari sebuah pelatihan ini SDM masing-masing Pokdarwis nantinya akan bertambah lebih baik lagi. Baik secara sisi manajemen terkait penataan wisata dan juga dari pengembangan terkait dengan UMKM yang ada ditempat wisata,” terangnya.

Untuk kegiatan terkait pandemi Covid-19, berangkat dari SE Bupati, pihaknya melaksanakan aktivitas kegiatan di daerah wisata tetap mematuhi protokol Covid. Kebetulan seluruh wisata di Kabupaten Madiun sudah bisa berjalan dan beraktivitas dengan menerapkan standar covid-19.

“Berbicara terkait kunjungan, Anang menjelaskan bahwa tempat wisata di Kabupaten Madiun seperti biasa jumlah kunjungan tetap dibatasi, sesuai dengan volume luasan masing-masing tempat wisata,” jelasnya.

Target yang dicapai dalam pelatihan, menurut Anang adalah, peningkatan SDM peserta dan pemberdayaan ekonominya dari sisi ekonomi kreatif yang ada di UMKM ditempat wisata.

“Karena ini sifatnya sertifikasi, poinnya dengan adanya kemampuan manajemen terkait dengan pengelolaan tempat wisata, ditekankan adanya kemampuan SDM serta di ekonomi kreatif yang ada ditempat wisata,” pungkasnya.

Reporter : Benny

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed