oleh

Operasi Pita Cukai Rokok Ilegal

MADIUN | optimistv.co.id – Dinas perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun gelar operasi Pita Cukai Rokok Ilegal bersama tim gabungan dari Satgas Bea Cukai, Bagian Perekonomian, Pol PP, Polres Madiun, Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPK SM), Rabu (2/12/2020).

Pelaksanaan operasi Pita Cukai rokok tersebut dilakukan secara rutin, untuk yang ke enam kalinya di Tahun 2020 ini. Tim terus bergerak memantau dan memonitor peredaran cukai rokok ilegal, pemantauan di empat kecamatan Wilayah Selatan Kabupaten Madiun yaitu Dagangan, Geger, Kebonsari, dan Dolopo.

Secara terpisah Kepala Bidang Perdagangan, Toni Eko Prasetyo, SE, M.Si, yang dalam hal ini mewakili Kepala Dinas Perdagkop dan UM Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, SE, MM menjelaskan, pihaknya dan tim gabungan melakukan operasi dan pemantauan itu secara rutin dan dalam pelaksanaan hari ini dibagi menjadi dua tim, masing-masing dua kecamatan. (5/12).

Toni Eko Prasetyo, SE, MSi, Kabid Perdagangan saat wawancara dengan wartawan

 

 

Lebih lanjut Toni menjelaskan, “Untuk pemantauan dilakukan lintas perbatasan dengan Magetan, Ponorogo, dan Ngawi yang mana daerah perbatasan sangat rawan sekali peredaran rokok ilegal,” katanya.

“Sebelumnya tahap satu pihaknya bersama tim gabungan setengah tahun lalu sudah melakukan operasi di wilayah Utara, perbatasan dengan Nganjuk dan juga Bojonegoro, untuk wilayah Barat perbatasan dengan Ngawi, dimana daerah perbatasan tersebut sangat rawan peredaran rokok ilegal,” ujar Kabid Perdagangan Toni.

Toni menambahkan, selama hampir satu tahun ini pihaknya dan tim gabungan dalam melaksanakan tugas melakukan operasi Pita Cukai rokok ilegal belum ada yang kedapatan mengedarkan rokok ilegal.

“Selama enam kali pemantauan tidak ditemukan peredaran rokok di wilayah Kabupaten Madiun, mungkin masyarakat sudah sadar betul bahayanya melanggar hukum, disini bisa menambah nilai positif bagi Kabupaten Madiun,” jelasnya.

Untuk kedepannya, Toni mengatakan dengan melakukan pemantauan secara rutin ini bisa lebih meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berhati-hati dalam menjual rokok, karena banyak tipenya, mulai yang ada cukai tapi palsu juga cukai bekas kemudian ditempel.

“Harapan kedepannya bisa lebih shif dan masyarakat lebih sadar berprilaku usaha yang benar, untuk mengetahui cukai bekas ditempel pihak dari Bea Cukai ada petugas khusus yang tahu dan dari Perdagangan juga diajari selama dua hari. Nantinya akan ketahuan itu pita cukai bekas dan ilegal,” pungkasnya.

Reporter : Benny

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

News Feed