oleh

Oknum Aparat Desa Diduga Perkosa Penerima BPNT, Kades Lembung Timur ‘Tutup Mata’

script data-ad-client="ca-pub-5568125484310139" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

SUMENEP | optimistv.co.id – Oknum Kepala Dusun (Kadus) Langgundi Timur, Desa Lembung Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diduga telah mengibuli atau membodohi penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kini mendapat sorotan dari berbagai element masyarakat setempat.

Menurut informasi dari salah satu penerima manfaat BPNT di Dusun Langgundi Timur yang tidak mau disebutkan identitasnya, bahwa oknum Kadus berinisial FZ tersebut telah meminta Kartu ATM dan Nomor PIN milik para penerima manfaat BPNT ketika melakukan transaksi pencairan Bantuan Pangan Non Tunai di e-Warong atau Agen BPNT setempat.

Ironisnya, beberapa oknum Aparatur Desa Lembung Timur, diduga telah mengintervensi penyaluran BPNT di desa setempat dengan cara menyuruh para penerima manfaat untuk membagikan beras dan telur kepada warga yang tidak terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat BPNT.

“Dulu semua penerima mamfaat BPNT di kampung ini disuruh berkumpul dan membawa Kartu ATM oleh Kepala Dusun Langgundi Timur. Setelah itu semua Kartu ATM dan Nomor PIN masing-masing penerima manfaat BPNT diminta, termasuk punya saya. Lalu dilakukan pengecekan saldo dan PIN saya dicatat ke buku. Katanya Pak Kadus, ini untuk penerimaan beras,” terangnya, Kamis (16/01).

Setelah saldo penerima manfaat BPNT di-chek, lanjut sumber menyampaikan, Kartu ATM miliknya dan penerima manfaat lainnya dikasihkan lagi, tapi stroke pembelanjaanya tidak diberikan.

“Sehingga kami tidak tahu berapa saldo setiap penerima manfaat yang sudah dibelanjakan. Waktu itu saya dapat telur empat butir dan beras dua sak, itupun oleh Pak Kadus berasnya disuruh bagi rata dengan dua orang warga lainnya,” jelasnya.

Selang beberapa hari kemudian, sambung sumber yang sama, Kartu ATM itu ditarik lagi dan disuruh mengumpulkan ke rumahnya RT masing-masing dengan alasan ada perubahan. Kemudian setelah itu ada perintah suruh ambil beras dan telur lagi.

“Cuman pada pencairan yang kedua sebagian aja yang dapat beras satu sak sama telur 6 biji. Saya sendiri gak dapat. Ada salah satu aparat desa menghimbau kepada penerima manfaat kalau ada yang nanya masalah BPNT disuruh bilang sudah dikasih yang 4 bulan, langsung semua ibu-ibu bilang iya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lembung Timur saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media melalui sambungan selulernya, Kamis (16/01), tidak merespon meskipun nada dering terdengar aktif. Bahkan dirinya terkesan menutup komunikasi dengan awak media.

Selang beberapa menit setelah awak media menghubungi Kepala Desa Lembung Timur, beliau mengirim pesan singkat kepada awak media ” Siapa ini,”. Namun setelah awak media membalas pesan itu dan memberitahukan bahwa dari wartawan, pihaknya tidak lagi membalas pesan dari awak media.

Reporter : Sheno – M Syarif Hidayatullah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed