oleh

Ngeri.‼️ Guru Tetap Yayasan di Kediri Sebulan Gajinya 50 Ribu

KEDIRI | optimistv.co.id – Siapapun akan terenyuh dan haru mendengar ungkapan seorang Guru Tetap Yayasan (GTY) yang hanya menerima gaji sebesar Rp. 50 ribu sebulannya. Keluh kesah dan unek-unek perwakilan guru se-Kecamatan Gampengrejo tersebut terungkap saat Calon Wabup Kediri, Dewi Mariya Ulfa, ST datang ke Desa Sambirejo, Kecamatan Gampengrejo, Kediri, Jum’at (27/11/2020) pukul 08:00 WIB.

Pada kunjungan Calon Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Dewi tersebut, dihadiri tidak kurang dari 30 orang perwakilan dari guru Tapos, Paud, TK, RA, TPQ se – Kecamatan Gampengrejo.

Saat sesi tanya jawab, Ismiati dari Tapos Melati Gampengrejo mengatakan, tadi Mbak Dewi menyinggung guru honorer itu di Paud. “Sedangkan kita itu di Tapos, bagaimana nasib guru Tapos. Selain itu saya juga pelaku UKM Berkah Jaya Kecamatan Gampengrejo, mohon nanti dibantu untuk kemajuan UKM kita,” pintanya.

Mendapat curhatan tersebut Mbak Dewi mengatakan, jangan kuatir nanti kita akan membuat payung hukumnya. Tapos nanti juga akan mendapat insentif setiap bulan karena selama ini di Tapos kesejahteraannya memang beda di setiap desa, sehingga nanti sama Mas Dhito akan membuatkan payung hukum yang nantinya bisa mensejahterakan semua Tapos di Kabupaten Kediri.

“Sedang yang UMKM nanti kami akan mengadakan pelatihan, Mas Dhito nanti akan membangun empat titik sentral UMKM Kabupaten Kediri. Monggo yang sudah punya produk nanti dititipkan di sentral itu, kita akan bantu pemasarannya. Jadi saat ini kita harus semangat untuk berkarya,” terang Mbak Dewi.

Calon Wabup Kediri, Dewi Mariya Ulfa, ST bersama para guru di wilayah Kecamatan Gampengrejo

Di tempat yang sama, Lilik Nuryanti, Ketua PC Himpaudi Kecamatan Gampengrejo menceritakan keluh kesahnya yang hanya dapat gaji Rp. 50 ribu saja per bulan.

“Saya Ketua PC Himpaudi Kecamatan Gampengrejo, biasanya untuk teman-teman GTY itu yang dipermasalahkan yakni gaji atau tunjangan. Gaji sebulannya ada yang 50 ribu rupiah, ada yang 75 ribu rupiah, itupun dari SPP anak-anak. Dimasa pandemi covid ini kita mau menarik SPP tidak tega, makanya kita tidak gajian selama 5 bulan ini. Untuk itu pada sosialisasi dengan Mbak Dewi ini saya minta kesejahteraan guru GTY, RA, Paud, Tapos, TK dan TPQ, tolong kesejahteraannya ditingkatkan, itu permintaan kami pada Mbak Dewi,” ucapnya.

Ditambahkan Lilik, selama 5 bulan terakhir ini pihaknya tidak berani menarik SPP, karena sistem kegiatan belajar mengajarnya secara daring. “Karena seperti ini, kita juga nggak tega, makanya kita swadaya sendiri. Untuk beli buku saja mau narik kita juga nggak berani,” ucapnya.

Lebih jauh Lilik menerangkan, terkait gaji yang selama pandemi ini semua tergantung pada kepala sekolah, kayak saya ini kita nggak tega, ya kita menggunakan uang pribadi yang penting teman-teman kita ada kesejahteraan yang tentunya tergantung pada lembaganya masing-masing.

“Harapan dari teman-teman, saya mewakili semuanya baik Paud,TK, Tapos, RA dan TPQ tolong kesejahteraannya untuk guru, tunjangan ditingkatkan. Alhamdulillah kalau gaji kitaini ditingkatkan biarpun sedikit tapi ajek. Untuk kesejahteraan guru mohon untuk ditingkatkan. Itu anak didik kita yang merupakan penerus bangsa yang memperjuangkan ya kita-kita ini,” pungkasnya.

Reporter : Hadi

Tentang Penulis: Optimis TV

Gambar Gravatar
optimistv.co.id merupakan media berita harian online dari PT. Media Optimis Indonesia sebagai pendukung dari Surat Kabar Mingguan Optimis

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed