oleh

Minim Informasi dari Pemerintah Desa, Kuota Bantuan JPS Milik Warga Kecamatan Ganding Dinyatakan Hangus

SUMENEP | optimistv.co.id – HN (inisial) warga Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang diketahui merupakan salah satu penerima bantuan Jaminan Pengaman Sosial (JPS) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terpaksa harus gigit jari lantaran kuota bantuannya selama tiga bulan dinyatakan hangus oleh Bank BPRS.

Hal itu terjadi diduga karena minimnya informasi dari pihak pemerintah desa setempat kepada HN. Sehingga yang bersangkutan terlambat mencairkan bantuan JPS dari Pemerintah Provinsi Jatim itu.

HN, mengatakan jika dirinya hanya dikasih surat undangan yang berlogo Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Bank BPRS Bhakti Sumekar, yang diketahui merupakan undangan JPS Provinsi Jatim untuk penanganan Covid-19.

“Sekitar 3 bulan yang lalu saya dikasih undangan ini oleh aparat desa. Kemudian aparat desa menyampaikan bahwa untuk pencairan bantuan nunggu informasi selanjutnya,” katanya sambil menunjukkan surat undanganya kepada media ini. Kamis (01/10/2020).

Lebih lanjut, HN menjelaskan, ditunggu dan ditunggu oknum aparat desa itu tidak kunjung memberikan informasi kapan pencairan bantuan dari Provinsi Jatim tersebut.

“Karena tidak kunjung ada informasi yang jelas dari pemerintah desa, akhirnya saya memberanikan diri kemarin (Rabu, 30/09/2020) pergi langsung ke Bank BPRS Bhakti Sumekar sebagai bank penyalur bantuan ini. Alhasil ternyata pihak BPRS mengatakan bahwa undangan saya sudah expired (kadaluarsa) dan bantuan itu tidak bisa dicairkan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Dia juga menyampaikan, jelas undangan itu expired karena di undangan tersebut ada periodesasi-nya, yakni bulan Mei, Juni dan Juli 2020.

“Saya memang sudah menyadari bahwa undangan ini tidak akan berfungsi lagi melihat bulan pencairan di undangan ini. Tapi untuk memastikannya, saya cek langsung ke Bank BPRS Bhakti Sumekar, dan tenyata betul sudah expired, dan undanganya tidak berlaku. Bahkan dikatakan dananya sudah hangus, karena sudah dikembalikan,” jelasnya pula.

Ia menduga jika oknum perangkat desa di Kecamatan Ganding itu sengaja memberikan informasi sesat agar dirinya tidak mengambil bantuan JPS dari Provinsi Jatim melalui Dinsos Sumenep yang disalurkan melalui Bank BPRS Bhakti Sumekar.

“Saya sangat kecewa, bahkan merasa sangat malu ketika dibilang oleh petugas Bank BPRS kenapa baru sekarang mau diambil bantuannya, padahal sudah tanggal 31 Juli 2020 hari terakhir pencairan. Saya kan dikira tidak tahu baca, padahal saya kan mengikuti informasi dari aparat desa saya, yang ternyata informasi tidak jelas,” tukasnya.

Sementara itu, Media ini mencoba konfirmasi ke salah satu kepala desa di Kecamatan Ganding, inisial ZI mengatakan, bahwa undangannya memang sudah diberikan kepada istri penerima.

“Undanganya sudah dikasih sama istrinya. Tapi kalau saol informasi kapan pencairannya sudah dikasih tahu apa belum oleh aparat saya, tunggu dulu ya, saya hubungi perangkat saya,” ujarnya lewat sambungan teleponnya. Kamis (01/10).

Reporter : Endar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed