oleh

Mas Dhito Persiapkan Jalan Menuju Bandara

KEDIRI | optimistv.co.id – Banyaknya jalan rusak di wilayah Kabupaten Kediri menjadi perhatian serius bagi Calon Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramono, SH untuk komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

Hal itu diungkapkan Mas Dhito, panggilan akrab putra dari Sekretaris Kabinet, Pramono Anung ini ketika melakukan kunjungan pad sentra UMKM di Desa Peh Kulon, Kecamatan Papar, Sabtu, 14 November 2020 siang.

“Saya akan melakukan komunikasi dengan provinsi dan pusat, karena banyak jalan yang rusak itu terkadang merupakan kewenangannya pemerintah provinsi, ada juga yang kewenangannya di pusat,” ujar Mas Dhito.

Dengan berkomunikasi sama provinsi dan pusat, lanjut Mas Dhito, sehingga tidak akan ada lempar-lemparan jawaban untuk menangani masalah tersebut.

“Ketika saya disalahkan oleh warga, maka saya tidak mau melempar itu. Makanya komunikasi ini perlu kita jalin terlebih dahulu. Nah, nanti kira-kira jalan mana saja yang bisa dibangun, ya kita bangunkan,” jelas Calon Bupati Kabupaten Kediri yang diusung seluruh parpol di DPRD dan beberapa parpol non parlemen ini.

Bukan hanya mencari jawaban, tetapi Mas Dhito juga memiliki program untuk mendahulukan jalan-jalan akses kabupaten, karena untuk mempersiapkan jalur ke bandara.

“Nah, nanti kira-kira jalan yang kita bangun terutama jalan-jalan yang memang akses kabupaten, itu wajib hukumnya untuk dibangun terlebih dahulu sebelum adanya bandara. Kalau tidak, maka akan percuma nantinya dengan adanya bandara,” terang Mas Ditho.

Sementara itu, Mas Dhito juga menyayangkan kebiasaan para pelaku UMKM yang mayoritas tidak menyertakan masa kadaluarsa dan nomor kontak pada produknya, padahal hal itu sangat penting sekali pada pemasaran.

“Contohnya, ada makanan Mlinjo dan saya icipi uwenak betul, tapi saya tidak tahu harus beli dimana. Nah ini, mereka kebiasaannya belum mencantumkan nomor kontak pemesanan,” ucapnya.

Mas Dhito juga menyayangkan kebiasan para pelaku UMKM yang inginnya langsung dibelikan alat tanpa mengidentifikasi kelebihan dan kekurangannya.

“Saya tidak mau seperti itu, mereka harus tahu kelebihan dan kekurangannya, serta bagaimana caranya berkembang. Baru nanti kalau memang diperlukan alat tersebut akan kita belikan. Artinya harus ada pelatihan dulu terhadap pelaku UMKM ini,” ujarnya.

Reporter : Ruchi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed