oleh

Mas Dhito Menang 100% di Desa Kelahiran Ketua DPD Partai NasDem

KEDIRI | optimistv.co.id – Pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Kediri, yang hanya terdapat satu pasangan calon, yakni H. Hanindhito Himawan Pramana, SH – Dewi Maria Ulfa, ST dengan melawan kolom kosong, akhirnya dimenangkan oleh paslon yang akrab disapa Mas Dhito – Mbak Dewi dengan perolehan suara 76.58%, sedangkan Kolom Kosong (Bumbung Kosong / Bu Kos) hanya mendapat 23.42% suara.

Hal itu diketahui dari hasil hitung cepat Tim Kediri Menang yang menghimpun dari data para saksi di semua TPS (Tempat Pemungutan Suara) seusai dilakukan rekapitulasi penghitungan suara.

Yang menarik, dari 344 desa di wilayah Kabupaten Kediri, ternyata ada dua desa yang tidak memiliki pemilih untuk Bumbung Kosong (Bu Kos), atau tidak mendapatkan suara sama sekali.

Dua desa tersebut yaitu, Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, dan Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, yang merupakan desa kelahiran dari Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri, Drs. H. Lutfi Mahmudiono.

Dari pantauan wartawan pada 12 TPS di Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, diketahui sebanyak 2.537 warga telah menggunakan hak pilih, dan hasilnya Mas Dhito – Mbak Dewi mendapatkan 1.995 suara, surat suara tidak sah sebanyak 542, sedangkan Bu Kos tidak mendapatkan suara sama sekali.

Begitu pula yang terjadi di Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, dari 2.428 pemilih yang hadir pada delapan TPS, Bu Kos tidak mendapat suara satupun, dan Mas Dhito – Mbak Dewi berhasil mendapatkan suara sebanyak 2.375, sedangkan surat suara tidak sah sebanyak 53.

Seperti diketahui, beberapa hari menjelang pemungutan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kediri ini, DPD Partai NasDem terlihat melakukan kegiatan Operasi Pasar Sareng Pak Lutfi, sehingga menambah semangat warga untuk memenangkan Paslon Mas Dhito – Mbak Dewi.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri, Drs. H. Lutfi Mahmudiono dikonfirmasi enggan berkomentar. Bahkan anggota dewan yang akrab disapa Pak Lutfi ini mengaku tidak mau mengklaim kalau dua desa yang tanpa perolehan suara Bumbung Kosong tersebut merupakan kerja kerasnya.

“Itu desa kelahiran (Wonorejo – Wates). Perolehan suara Mas Dhito 100% disitu, tentu berkat kerjasama semua pihak disana. Saya tidak mau mengeklaim karena saya,” ujarnya sambil tersenyum.

Ditanya kenapa Bu Kos di Kediri jumlahnya banyak, Pak Lutfi mengatakan, karena Pilkada ini dinamis, sehingga dinamikanya juga akan bergerak terus sampai pada saat mencoblos. Tetapi inti terpenting adalah, kemenangan Mas Dhito adalah momentum untuk perubahan di Kabupaten Kediri.

“Harapan saya, Mas Dhito nanti tidak akan merubah stylenya, tidak akan merubah gaya karakter pribadinya yang familiar kepada siapa pun, yang responsif, yang mau menerima masukan, yang mau mendengarkan rakyat untuk perubahan Kabupaten Kediri lebih baik ke depan,” ungkap Pak Lutfi.

Reporter : Zainal – Ruchi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed