oleh

Mas Dhito – Mbak Dewi Makan Nasi Ampok Bareng Petani

KEDIRI | optimistv.co.id Orang yang menjabat sebagai bupati di jaman sekarang ini bukan harus disegani, tetapi harus selalu berbaur dan melayani rakyatnya, ternyata bukan hanya bualan dari Calon Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramana, SH. Buktinya, cabup yang suka blusukan ke seluruh pelosok desa dan mengenakan sandal ini juga sering terlihat menikmati kopi pahit di sebuah warung kecil bersama warga sambil berdialog terkait apa saja.

Yang menarik lagi, seusai melakukan kegiatan menanam dan memanen sayur Bungkul bersama para petani DITO (Desa Inovasi Tani Organik) di Dusun Mipitan, Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu, 25 November 2020 siang, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito – Mbak Dewi, terlihat sangat asyik duduk bersila beralaskan tikar di teras salah satu rumah warga yang berada di pinggir sawah.

Sambil makan Nasi Ampok (Jagung), Mas Dhito yang didampingi Mbak Dewi, berdialog dengan para petani terkait berbagai keluhan yang dihadapi, seperti kelangkaan pupuk, hingga murahnya harga panen, sehingga para petani menjadi rugi.

Mas Dhito dan Mbak Dewi berfoto bersama para petani DITO

Calon Bupati yang telah menggagas Desa Inovasi Tani Organik ini pun secara panjang lebar menjelaskan bahwa kelangkaan pupuk kimia yang mungkin karena adanya permainan dari para tengkulak itu tidak perlu dikeluhkan, karena permasalahan pupuk masih bisa diatasi dengan pupuk organik yang biaya pembuatannya lebih murah, bahan yang dibutuhkan juga mudah, bahkan hasilnya bisa lebih baik dari pupuk kimia yang kini seperti telah musnah.

Menurut Mas Dhito, Desa Inovasi Tani Organik tersebut bukan merupakan program yang akan dilaksanakan apabila nanti dirinya terpilih menjadi Bupati Kediri, tetapi saat ini sudah dilakukan di beberapa kecamatan.

“Sering saya sampaikan setiap ada pertemuan dengan warga, bahwa program Desa Inovasi Tani Organik ini sudah saya lakukan sejak beberapa bulan lalu, dan sampai sekarang jumlah anggota yang bergabung terus bertambah. Kami memberikan bahan dan pelatihan untuk pembuatan pupuk organik kepada para petani, agar tidak selalu bergantung dengan pupuk kimia yang sekarang langka,” tuturnya.

Sedangkan menanggapi keluhan warga terkait seringnya terjadi harga anjlok di saat panen, Mas Dhito juga sudah merencanakan untuk memfungsikan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang ada di Kabupaten Kediri guna menampung hasil panen para petani supaya harganya tidak sampai terlalu murah dan petani menjadi rugi.

Mas Dhito dan Mbak Dewi berfoto bersama para Emak-Emak di Desa Ploso Lor

Cabup berusia 28 tahun ini juga menyatakan tidak akan takut apabila nantinya dimusuhi oleh para tengkulak lantaran membuat terobosan di bidang pertanian yang hanya menguntungkan petani, bukan berpihak kepada spekulan yang biasa mempermainkan harga.

Putra Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Pramono Anung ini juga menceritakan kisah sedihnya ketika melihat ada seorang warga di Kabupaten Kediri yang bertempat tinggal di sebuah kuburan. “Kalau saya yang menjadi bupati, pasti orang sebatangkara itu sudah saya rayu supaya mau diajak pindah untuk menempati rumah yang layak,” tuturnya seraya membayangkan kesedihan orang tersebut.

Di akhir pertemuan dengan para petani, Mas Dhito dan Mbak Dewi memberikan beberapa kuis dan bagi yang bisa menjawab dengan benar, diberikan hadiah berupa kaos kesukaan beliau yang biasa digunakan pada saat blusukan.

Salah satu pertanyaan yang dilontarkan Mas Dhito yaitu apa makanan favorit beliau. Karena disitu sedang menikmati makan nasi jagung, beberapa warga pun menjawab “Nasi Ampok”. Namun menurutnya jawaban itu salah. Kemudian ada seorang ibu menjawab “Tiwul”, Mas Dhito langsung membenarkan dan memberikan hadiahnya.

Reporter : Jay – Ruchi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed