oleh

Mas Dhito Kagumi Program Tani Organik Ponpes Pari Ulu

KEDIRI | optimistv.co.id – Calon Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramono, SH, saat mengunjungi sentra pembibitan Kurma di Pondok Pesantren Pari Ulu, Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengaku kagum dengan berbagai program pertanian organik yang telah berhasil diciptakan oleh KH. Musta’in Anshori.

Hal ini terjadi karena Cabup yang merupakan putra dari Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung tersebut juga selalu berupaya untuk memberikan pelatihan kepada para petani di Kabupaten Kediri supaya merubah kebiasaan menggunakan pupuk kimia diganti pupuk organik.

Oleh sebab itu, ketika mengetahui di wilayah Kabupaten Kediri ada budidaya berbagai bibit, seperti tanaman Kurma, Padi, Jagung, dan lain sebagainya dengan menggunakan pupuk organik, namun hasilnya lebih bagus dari pola tanam yang biasa dilakukan oleh petani pada umumnya, Mas Dhito pun langsung terkagum-kagum.

Menurut Cabup Kediri yang akrab disapa Mas Dhito, Program Tani Organik di Ponpes Pari Ulu ini sangat luar biasa. “Di tempat Gus Ta’in ini sungguh luar biasa. Karena tidak bisa dipungkiri, Saya juga mempunyai program Desa Inovasi Tani Organik (DITO) yang masih belum bisa menandingi tani organiknya Gus Tain,” ucapnya.

Mas Dhito akan melakukan diskusi lebih mendalam terkait bagaimana mengembangkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat Kabupaten Kediri, khusunya kepada petani terhadap manfaat dari pupuk organik dan bahayanya pupuk kimia.

“Mungkin kalau saya yang menyampaikan dan sebagainya, pasti ada resistensi dari petani. Tapi kalau sudah dimulai dari Gus-Gus ini, biasanya para petani, mungkin lebih mendengarkan. Artinya disini perlu dijaga komitmen dan konsistensi dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Kalau pada 9 Desember nanti saya diamanatkan untuk menjadi bupati, maka tidak boleh malah ada persekongkolan dengan pihak-pihak yang menggalakkan pupuk kimia,” tuturnya.

Ditambahkan Mas Dhito, biasanya setiap kepala daerah selalu punya inisiatif untuk menggalakkan pupuk organik. Tetapi begitu sudah terpilih jadi lemah, karena adanya satu dan lain hal.

“Saya tidak mau berbicara lebih jauh, tetapi akhirnya penggunaan pupuk kimia itu terus beredar. Nah ini yang tidak Saya inginkan. Saya akan terus menjaga komitmen dan konsisten untuk menggalakkan pupuk organik,” tegas Mas Dhito.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Pari Ulu, KH. Mustain Anshori, dikonfirmasi mengaku telah lama menekuni cara membuat bibit tanaman dengan menggunakan pupuk organik, dan hasilnya lebih bagus dari biasanya.

“Padi organik Saya juga mempunyai program sebagai makanan pokok yang A sampai Z petani itu bisa memulai membuat bibit, pupuk, dan pengolahannya, bahkan limbahnya bisa sampai menjadi pakan ternak. Ini mungkin suatu sistem yang disebut multiplayer,” terang Gus Ta’in.

Beliu juga menjelaskan, selama ini dirinya selalu melakukan uji coba sampai berhasil dahulu sebelum dilaunching kepada warga masyarakat luas. Seperti halnya tanaman kurma, padi, jagung dan lainnya yang telah berhasil diciptakan dan dibudidayakan dengan hasil sangat memuaskan.

“Kalau padi, saya meneliti mulai Pari Ulu yang dahulu tujuh bulan saya kembangkan 105 hari bisa dipanen. Tinggi padi Ulu ini sampai dua meter. Kalau kita tanam dengan jarak tertentu, kalau kita tanam konvensional bisa sampai 160 atau 15, dan panennya dua kali, kalau tentang tingginya bisa empat kali lipat. Itulah mungkin yang akan saya jadikan unggulan ciri khas daerah, yaitu ada Beras Kediri,” tutur Gus Ta’in.

Dalam kunjungannya di Ponpes Pari Ulu yang didampingi Ketua OKK DPD Partai NasDem, Khusnul Arif, S.Sos ini, Mas Dhito juga melakukan dialog bersama warga masyarakat yang hadir.

Reporter : Zainal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed