oleh

Mantan Camat Kras Divonis Satu Tahun 3 Bulan Pada Tanggal 1 Maret, PH Langsung Banding

KEDIRI | optimistv.co.id – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan Terdakwa Suherman, mantan Camat Kras, Senin, 1 Maret 2021, di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, memasuki tahap putusan.

Dalam sidang yang diketuai M. Fahmi Hary Nugroho, SH., M.Hum dengan dua orang anggota majelis hakim, Evan Setiawan Dese, SH dan H. Muhammad Rifa Rizah, SH., MH, serta Panitera Pengganti (PP) Suprapto, SH, Senin (1/3), memvonis Terdakwa Suherman dengan hukuman selama 1,3 tahun atau satu tahun tiga bulan.

JPU Tomy Marwanto, SH saat dikonfirmasi wartawan

Putusan tersebut lebih ringan tiga bulan dari tuntutan Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum), Tomy Marwanto, SH dan Mochammad Iskandar, SH, yang menuntut hukuman satu tahun enam bulan.

Seusai persidangan, JPU Tomy Marwanto, SH dikonfirmasi mengatakan, atas putusan tersebut pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pimpinannya untuk mendapatkan petunjuk harus banding atau menerima.

Perwakilan Humas PN Kabupaten Kediri, Adhika Budi Prasetyo, SH., M.BA., MH saat dikonfirmasi wartawan

Sedangkan Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut dikonfirmasi melalui perwakilan Humas Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Adhika Budi Prasetyo, SH., M.BA., MH mengatakan, majelis hakim telah memeriksa perkara, mulai dakwaan, mendengarkan keterangan saksi-saksi, tuntutan, dan pembelaan.

“Kemudian hari ini kita majelis hakim memberikan putusan terhadap terdakwa dengan hukuman satu tahun tiga bulan. Setelah putusan ini, JPU dan terdakwa diberikan waktu tujuh hari untuk melakukan upaya hukum,” terang Adhika.

Saiful Anwar, SH., MH, bersama Tim Penasehat Hukum Terdakwa mantan Camat Kras saat dikonfirmasi wartawan

Sementara itu, 9 Tim Penasehat Hukum Terdakwa Suherman, yaitu Suwandi, SH, Saiful Anwar, SH., MH, Samsul Arifin, SH., MH, Sutrisno, SH., MH, Hendra  Gunawan Tanuwidjaja, SH, Wijono, SH, Moch. Tohir, S.Ag., SH., MH, Rekha Tustarama, SH dan Yuli Estu Maharani, SH, dikonfirmasi seusai sidang putusan mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya banding atas putusan tersebut.

“Hari ini juga kami akan mengajukan banding. Karena vonis ini tidak menunjukkan rasa keadilan. Fakta di persidangan sama sekali diabaikan. Yang jelas, klien kami sama sekali tidak melakukan unsur-unsur Pasal 372 dan 378 KUHP sebagaimana yang didakwakan,” tegasnya.

Menurut Saiful Anwar, SH., MH, unsur pasal yang menyebutkan barang siapa dengan menguntungkan diri sendiri itu sama sekali tidak terbukti, karena uang yang menjadi permasalah sudah dikembalikan. Sehingga disitu tidak ada yang diuntungkan maupun dirugikan.

“Maka dari itu, hari ini juga kami mengajukan banding. Semoga saja nanti hakim banding di Pengadilan Tinggi akan memberikan rasa keadilan bagi Terdakwa,” pungkas Saiful.

Reporter : Edy Siswanto – Erlis ES

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed