oleh

Kyai & Bu Nyai di Gurah Deklarasi Dukung Mas Dhito – Mbak Dewi

KEDIRI | optimistv.co.id Dukungan kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramana, SH (Mas Dhito) Dewi Mariya Ulfa, ST (Mbak Dewi), setiap hari terus mengalir dari berbagai elamen masyarakat.

Seperti yang terjadi pada Rabu, 25 November 2020 pagi, beberapa kyai dan Bu Nyai, serta tokoh agama di wilayah Kecamatan Gurah melakukan deklarasi untuk mendukung paslon Mas Dhito – Mbak Dewi pada Pilbup Kediri, 9 Desember 2020 mendatang.

Calon Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramana, SH, saat dikonfirmasi wartawan

Sebelum mengucapkan ikrar deklarasi dukungan yang bertempat di Pondok Pesantren Hidayatul Muta’allimin, Desa Sumbercangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri tersebut, Mas Dhito juga berdialog bersama terkait berbagai keluhan dan harapan dari para ulama maupun tokoh agama di wilayah setempat.

Menurut Mas Dhito, beberapa hal yang disampaikan dalam dialog tersebut mayoritas juga telah disampaikan oleh tokoh agama di tempat lain, dan semuanya sudah diprogramkan apabila nanti dirinya diamanatkan untuk memimpin Kabupaten Kediri.

“Beberapa usulan tadi sebenarnya sudah menjadi prioritas dalam program saya, contohnya terkait kesejahteraan para guru di Madin (Madrasah Diniyah), dan lain sebagainya. Apabila pada tanggal 9 Desember nanti saya diamanati untuk menjadi Bupati Kediri, maka akan kami kalkulasi anggaran yang ada, salah satunya yaitu untuk menaikkan kesejahteraan para guru Madin,” tutur Mas Dhito.

Pengasuh Ponpes Hidayatul Muta’allimin, KH. Mahfud, saat dikonfirmasi wartawan seusai deklarasi dukungan pada Paslon Mas Dhito – Mbak Dewi

Semetara itu, Pengasuh Ponpes Hidayatul Muta’allimin, KH. Mahfud, seusai melakukan deklarasi dukungan kepada Mas Dhito – Mbak Dewi dikonfirmasi mengatakan, Pemilihan Bupati ini ibaratnya dua unit bus.

“Bus yang satu ada sopir, kondektur dan penumpangnya. Sedangkan bus yang satunya lagi tidak ada sopir dan kondekturnya atau kosong. Sebagai orang normal tentu akan memilih bus yang ada sopir dan kondekturnya. Karena, bagaimanapun bentuk busnya itu kalau ada sopirnya ya dapat dipastikan sampai tujuan. Ketika si sopir ugal-ugalan, ya penumpangnya yang mengingatkan,” ungkap KH. Mahfud.

Beliau juga menjelaskan, apabila menaiki bus yang tidak ada sopir dan kondekturnya, maka tidak akan bisa sampai di tempat tujuan, karena bus tersebut tidak ada yang menjalankan. Dan bukan tidak mungkin malah berjalan tanpa tujuan.

Reporter : Ruchi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed