oleh

Kyai Asep Jelaskan Mengapa Putranya Maju di Pilkada Mojokerto

MOJOKERTO | optimistv.co.id – Sosok dan figur Guru Besar Prof. DR. KH. Asep Sarifuddin Chalim, MA, sudah tak asing lagi di wilayah Jawa Timur. Sosok yang dikenal sebagai kyai milyader ini kiprahnya pun sangat menasional, bahkan dikenal akrab dengan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi).

Meskipun kehidupan Kyai Asep, sapaan pengasuh pondok pesantren megah di Pacet dan Surabaya ini dapat dibilang sudah sangat cukup dan melimpah ruah, akan tetapi ada cita-cita dan keinginan dari Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah ini ketika melihat putra pertamanya yang bernama H. Muhammad Al-Barra, LC, M.Hum diminta untuk mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Mojokerto mendampingi Calon Bupati Mojokerto, dr. Hj. Ikhfina Fatmawati, M.Si, maka tergerak hatinya untuk mewujudkan impian besar buat Kabupaten Mojokerto.

Dalam ceramahnya pada acara Istghotsyah dan Do’a Bersama Melawan Covid-19 di Desa Penanggungan, Trawas, Prof. DR. KH. Asep Syarifuddin Chalim, MA, menyampaikan banyak sekali yang mendorong agar anaknya mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Mojokerto.

“Bapak, ibu dan saudaraku sekalian, ada juga yang bertanya mengapa anak Pak Kyai kok mencalonkan diri menjadi Wakil Bupati Mojokerto dalam pilkada ini. Saya jawab bahwa impian besar yang Saya idam-idamkan adalah bagaimana Mojokerto ini bisa menjadi kabupaten percontohan bagi daerah-daerah lain di Provinsi Jawa Timur, bahkan seluruh Indonesia, terus sampai ke penjuru manca negara,“ kata Kyai Asep, Senin, 21 September.

Kyai Asep juga menjelaskan, dibawah kepemimpinan Bu Ikhfina dan Gus Barra (IKBAR), nantinya Mojokerto harus menjadi percontohan kabupaten se Indonesia. Maksudnya percontohan sebagai daerah yang maju, adil dan makmur rakyatnya.

“Pemerintahan yang Clean Govermnent dan Good Governance atau bersih dari korupsi. Di bawah kepemimpinan Bu Ikhfina dan Gus Barra, tidak ada uang fee proyek, mutasi jabatan pakai bayar, apalagi uang upeti setoran kepada atasan, surat sakti, suap dan pungli. Bahkan tidak ada namanya sponsor atau main titip-titipan,” lanjut Kyai Dermawan ini.

Jamaah Istghotsyah dan Do’a Bersama Melawan Covid-19 di Desa Penanggungan, Trawas

Menurut Kyai Asep, pemerintahan yang maju, adil dan makmur ini bisa dimulai dari Mojokerto. “Karena Mojokerto memiliki potensi untuk itu. Sebab di balik Mojokerto ada Kejayaan Mojopahit yang luar biasa,“ katanya.

Untuk mewujudkan semua itu, lanjut Kyai Asep, jalan satu satunya adalah kedua anaknya, yaitu dokter Ikfina dan Gus Al Barra maju dalam Pilkada Mojokerto 2020. “Ikfina adalah anak angkat saya dan Gus Al-Barra merupakan anak kandung saya. Saya korbankan kedua anak saya tersebut untuk Mojokerto yang maju, adil dan makmur serta dapat menjadi tauladan. Jadi bukan untuk mencari kakayaan atau harta benda, mencari kekuasaan atau jabatan, dan bukan untuk mencari derajat atau nama maupun pencitraan,” jelasnya.

Di akhir acara, Kyai Asep memimpin do’a bersama agar pandemi Covid-19 segera berlalu dari Indonesia, khususnya Jawa Timur, supaya masyarakat terhindar dari virus dan ekonominya pulih kembali.

Reporter : Ririn – Kartono

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed