oleh

Kopsyah Tabarok Shohibul Qorib Hadir Untuk Masyarakat Menengah ke Bawah

PAMEKASAN | optimistv.co.id – Meskipun sampai saat ini bencana pandemi Covid-19 di sebagian besar wilayah Indonesia masih belum reda, tak Slamet Riyanto, yang merupakan salah satu praktisi perbankan syariah, dan juga dikenal sebagai konseptor dan inisiator pengembangan ekonomi syariah di Indonesia tetap percaya diri menciptakan sebuah produk mikro dan retail yang sangat diminati masyarakat, yaitu Pembiayaan Tanpa Agunan Barokah (Tabarok) di Kabupaten Pamekasan.

Sementara Koperasi Syariah Tabarok Shohibul Qorib (TSQ) sebagai kendaraannya, saat ini sudah resmi di Launching secara langsung oleh Bupati Pamekasan, Badrut Tamam. Rabu, 05 Agustus 2020, di Pendopo Agung Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Sekira pukul 11.00 wib.

Disinggung mengapa Koperasi Syariah TSQ lahir ditengah Pandemi Covid-19 yang belum reda? Dengan diplomatis beliau menjawab, “kebutuhan modal para pengusaha kecil dan mikro tidak bisa berhenti karena Covid-19 ini dan justru disaat banyak Bank tiarap, kami hadir untuk mereka,” demikian kata Riyanto.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Riyanto itu menuturkan bahwa koperasi tersebut akan menjalankan usahanya dengan model pembiayaan dengan plafon kecil untuk usaha produktif dengan pola bagi hasil sesuai syariah dan tanpa jaminan.

Dari kiri, Slamet Riyanto dan Bupati Pamekasan, Badrut Tamam

“Pembiayaan ini dapat diperoleh masyarakat dengan syarat yang mudah dan cepat dan sangat diminati masyarakat. Bahkan sudah dinobatkan sebagai produk inovatif oleh Otoritas Jasa Keuangan dan sering dijadikan obyek penelitian oleh Mahasiswa Pasca Sarjana sebagai bahan penulisan tesis baik di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta,” tuturnya.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas di Koperasi Syariah TSQ itu juga sangat berharap, kehadiran Koperasi Syariah di bumi Gerbang Salam ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat kecil yang memiliki usaha produktif melalui fasilitas pembiayaan model Tabarok dengan syarat para nasabah koperasi nanti harus menjadi anggota koperasi.

“Masyarakat Pamekasan bisa dengan leluasa memanfaatkan kehadiran koperasi TSQ ini, karena koperasi ini memang didirikan untuk mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan fasilitas kredit dari Bank,” jelasnya.

Dalam kerjasama ini, sambung dia, nantinya akan menggunakan prinsip bagi hasil sebagai salah satu produk syariah, sehingga usaha nasabah dipersepsikan juga sebagai usaha koperasi. Dan koperasi TSQ ini sudah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM dengan nomer No. AHU 000362B.AH.01.26.2020 tanggal 18 Mei 2020.

“Jiwa kegotongroyongan dengan filosofi dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota terasa sangat kental di koperasi syariah TSQ ini, yang tercermin dari keanggotaan masyarakat pengusaha kecil tersebut sebagai anggota koperasi sehingga tercipta kebersamaan yang apik dan harmonis dalam menjalankan usahanya,” ujarnya.

“Koperasi syariah TSQ ini berbeda dengan lembaga keuangan lain yang kecenderungannya berjalan tidak dengan semangat kemitraan terlebih jika nasabah mengalami kendala dalam menjalankan usahanya. Sementara di Kopsyah TSQ semangat kemitraan akan selalu terjaga untuk tujuan yang sama yaitu kemajuan koperasi itu sendiri,” tukasnya.

Reporter : Endar – Nur Hasan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed