oleh

Koordinasi Peningkatan Peluang Usaha Ekspor Porang Kabupaten Madiun

MADIUN | optimistv.co.id – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mengadakan kegiatan terkait peluang usaha ekspor Porang diruang pertemuan dinas Pertanian, Selasa (8/9/2020).

Adapun yang hadir pada kegiatan tersebut koordinator penyuluh pertanian perwakilan dari 9 kecamatan penghasil tanaman Porang, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Sumanto, SP, MMA, Kasi Tanaman Serealla, Mochamad Sholichin, SP juga sebagai narasumber, ada 40 orang yang hadir.

Seperti yang disampaikan Kabid Sumanto, bawasannya tanaman Porang merupakan salah satu komoditas unggulan yang jadi rebutan. Dimana nanti bulan depan tanggal 7,8 dan 9 dari dinas Pertanian Sulawesi Selatan mau berkunjung ke Kabupaten Madiun untuk belajar tentang Porang.

“Lebih lanjut dijelaskan, kalau Porang dari Kabupaten Madiun itu kualitasnya lebih baik di Indonesia dan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi komoditas tanaman pangan ekspor,” terang Kabid Sumanto.

Seperti yang disampaikan Menteri Pertanian saat rapat di Depok bulan Januari, ingin mendorong ekspor pertanian yang paling memungkinkan untuk mendapat tiga kali lipat ekspor kita adalah Porang.

 

Untuk saat ini data yang ada kalau tanaman Porang di Kabupaten Madiun sekitar 5252 ha. Kalau tahun depan bisa panen ada 3500 an kalau produksinya 8 sampai 10 ton itu  sudah bisa dihitung.

Sumanto menambahkan, ada beberapa pengusaha ingin membuka pabrik Porang di Madiun tiga kelompok dengan investasi ratusan milyar. Makanya sebelum pabrik-pabrik ini berdiri di Kabupaten Madiun, mari kita belajar bareng tentang teknis yang benar dan baik tentang Porang.

“Terus terang saja kalau Porang masuk ke tanaman pangan baru tahun 2019, kalau sekarang 2020 berati belum setahun komoditas ini baru sudah jadi rebutan dibeberapa negara,” katanya.

“Untuk sekedar referensi aja kalau negara-negara yang membutuhkan tepung Porang Glukomanan diantaranya Jepang membutuhkan 40 ton perbulan, disini Cina tidak ada, Australia 1000 ton, Thailand, Hongkong dan USA,” ujar Kabid Sumanto.

“Coba bayangkan, kalau kita bisa menembus pasar Jepang aja sudah luar biasa dan nilainya akan semakin meningkat tajam,” pungkasnya.

Daftar peserta perwakilan dari 9 kecamatan penghasil Porang yakni Kecamatan Dagangan, Dolopo, Wungu, Kare, Gemarang, Saradan, Mejayan,Wonoasri dan Kecamatan Madiun. Terdiri dari Koordinator 9 orang, Penyuluh 11 orang, Kelompok Tani/LMDH 20 orang.

Reporter : Benny

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed