oleh

Komunitas Peternak Layer Kec. Ringinrejo Adukan Nasibnya Sambil Bagikan Dua Ton Telor Ayam

KEDIRI | optimistv.co.id – Para peternak ayam petelur yang tergabung dalam Komunitas Peternak Layer Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jum’at, 01 Oktober 2021, menggelar aksi damai dengan cara membagi-bagikan telur secara gratis kepada masyarakat.

Juru Bicara Aksi, Nafi’ Rojulus dikonfirmasi mengatakan, aksi ini merupakan bentuk keluh kesah para peternak yang ingin mengadukan nasibnya kepada pemerintah.

“Alhamdulillah aksi solidaritas peternak di Kecamatan Ringinrejo pagi ini sangat kompak dan tertib. Tadi sudah kita sampaikan keluh kesah, kita butuh perlindungan kepada pemerintah. Selama pandemi ini kita semua memang merasakan susah atau menderita, terutama untuk kawan-kawan peternak, karena dibenturkan dengan harga telur yang begitu murah dan harga pakan yang melambung tinggi, sehingga banyak mengalami kerugian,” katanya.

Menurut Nafi’ Rojulus, aksi damai di area terminal Sambi, Kecamatan Ringinrejo ini diikuti sekitar 100 peternak. Sedangkan untuk telur yang dibagikan sebenarnya total keseluruhan kurang lebih sekitar 2 ton, tetapi karena terbentur dengan pihak Keamanan yang membatasi cuma diperbolehkan membagikan 500 bungkus saja, maka jumlahnya hanya 250 Kg, tiap bungkus ada 8 butir, dengan berat sekitar setengah kilogram.

“Sebenarnya kita bertambah rugi untuk membagikan telur, tapi mau bagimana lagi, semua ini terpaksa harus kami lakukan agar mendapatkan perhatian dari pemerintah. Apalagi sekarang tanggal 1 Oktober, Hari Kesaktian Pancasila, harapan saya semoga semua peternak bisa Sakti,” katanya.

Pihaknya menjelaskan, agenda aksi ini dijadwalkan hanya sampai jam 10.30 s/d 11.00 sudah selesai, dikarenakan hari Jum’at. Sedangkan untuk sisa telur yang tadi akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, anak yatim piatu, fakir miskin dan penyandang disabilitas.

“Harga telur awal kita melakukan aksi bersama temen-temen yang ada di Blitar kemarin sekitar Rp.16 ribu – Rp.16.300 dan terus turun tinggal Rp.14.800 – Rp. 15 ribu. Seharusnya harga normal sesuai dengan Permendagri Nomor 20 itu kisaran antara Rp. 19 ribu sampai Rp. 21 ribu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Nafi’ mengatakan, sekarang tinggal dijumlah saja kerugiannya berapa. Berapa harga pakan dengan hasil telur yang didapatkan, tentu kerugian yang cukup signifikan. Kalau untuk harga telor terus turun, pihaknya akan tetap menyuarakan kepada pihak-pihak stakeholder atau pemangku jabatan lebih tinggi, dan mungkin meminta untuk bertemu langsung Mas Bup Dhito.

Pihaknya berharap, setelah melakukan aksi tersebut pemerintah segera bergerak cepat dan mengambil tindakan untuk menyelamatkan para peternak yang ada di nusantara.
Reporter : Fais

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed