oleh

Kementerian PUPR Kunjungi Desa-Desa Prioritas Penanganan Kemiskinan Ekstrem

PROBOLINGGO | optimistv.co.id – Untuk menindaklanjuti program penanganan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan koordinasi sekaligus kunjungan ke lapangan dalam rangka mempertajam lokus desa-desa prioritas kemiskinan ekstrem yang memerlukan dukungan infrastruktur PUPR, Rabu (10/11/2021) siang.

Sebelum kunjungan ke lapangan, tim yang dipimpin oleh Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR M. Arsyad ini disambut oleh Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Asy’ari didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo Santiyono.

Koordinasi dan kunjungan dilakukan pada desa-desa prioritas kemiskinan ekstrem di 20 kabupaten pada 6 Provinsi. Yakni, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Bengkulu, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur secara paralel pada tanggal 9 hingga tanggal 14 November 2021.

Untuk wilayah Provinsi Jawa Timur yang berkesempatan untuk dilakukannya koordinasi dan kunjungan lapangan penanganan kemiskinan ekstrem 2021 adalah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Bojonegoro.

Di Kabupaten Probolinggo yang masuk sesuai data dan sasaran untuk dilakukan penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2021 sasarannya pada lima kecamatan meliputi Kecamatan Krucil, Maron, Tongas, Gading dan Pakuniran untuk diambil samplenya.

Di tiap-tiap kecamatan hanya satu desa untuk sementara diambil samplenya dan dilanjutkan pada semua desa di kecamatan lainnya.

Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR M. Arsyad menyampaikan di Kabupaten Probolinggo terdapat 25 desa yang masuk kemiskinan ekstrem di 5 (lima) kecamatan.

“Kami ditugaskan untuk meninjau langsung kondisi desa-desa kemiskinan ekstrem sekaligus mengambil sample-samplenya,” katanya.

Menurutnya, penanggulangan kemiskinan ekstrem ini merupakan kegiatan awal untuk Kabupaten Probolinggo yang sasarannya pada 5 kecamatan sebagai pilot project. Ditahun depan akan dilakukan program yang sama dan Kabupaten Probolinggo sendiri masih termasuk di dalam 212 Kabupaten/Kota kemiskinan ekstrem.

“Bantuan ini nantinya tepat sasaran, baik infrastruktur yang sesuai, masyarakat benar-benar menikmati tentunya juga dari sisi pencegahan stunting,” tegasnya.

Sementara Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Asy’ari menjelaskan Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah berupaya agar kemiskinan bisa teratasi dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Semoga program ini bermanfaat dan membawa masyarakat Kabupaten Probolinggo semakin baik,” harapnya. (Hms)

Reporter : Nana

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed