oleh

Kegiatan Pasca Covid-19 di Peternakan Sapi Perah Kresek

MADIUN | optimistv.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini tetap melaksanakan kegiatan terkait Gangguan Reproduksi pada sapi-sapi betina, prioritas program bantuan ternak dari pemerintah.

Kegiatan penanganan dan pemeriksaan gangguan reproduksi pada sapi ternak di Kabupaten Madiun tersebut, sudah dilaksanakan sejak bulan Agustus lalu diperkirakan sampai dengan 20 Oktober 2020 sudah selesai.

Dimana kegiatan penanganan gangguan reproduksi (gangrep) yang dilaksanakan dibagi 6 kelompok, untuk di 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun. Saat ini Kabid Peternakan, Ir. Estu mengadakan kegiatan di kelompok tani sapi perah Nedyo Rahayu, desa Kresek kecamatan Wungu, Selasa (22/9/2020).

Seperti yang disampaikan Kabid Peternakan Ir.Estu, dalam hal ini mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan yang berhalangan hadir. Bahwa kegiatan dilakukan dalam rangka pemulihan ekonomi dampak covid terhadap para peternak sapi yang masuk dalam kelompok program, dimana dapat bantuan dari pemerintah.

“Adapun kegiatan ini dilaksanakan oleh dinas tanpa dipungut biaya, sedangkan yang ditangani khusus kelompok peternak sapi yang ikut program atau dapat bantuan dari pemerintah. Tapi juga peternak lain, atau tetangga yang juga punya ternak satu atau dua sapi tetap kita bantu tangani,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, untuk pemeriksaan dilakukan semua kelompok ternak sapi. “Bukan hanya sapi potong saja tapi sapi perah juga khususnya yang betina, kebetulan salah satu kelompok ada yang memelihara sapi perah, diantaranya yang ada di Kresek ini,” pungkasnya.

Sementara itu Kasi Perbibitan dan Produksi, drh. Harris Imballo R Siregar menambahkan, bahwa pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan terhadap sapi-sapi yang mengalami gangguan reproduksinya normal atau tidak.

“Apabila tidak normal seperti kasus-kasus kemarin akan dilakukan pengobatan antibiotik maupun hormon, dengan harapan nanti bisa berhasil kawin suntiknya dan bisa birahi lagi,” terangnya.

Untuk gertak birahi kurang lebih 3-5 hari sudah birahi setelah disuntik hormon, untuk kawin berulang satu siklus 20 hari sudah bisa kawin bibit dan jadi harapan seperti itu. Tiga bulan setelah kawin suntik kita periksa mungkin sudah ada pembuahan atau hamil.

Harris menambahkan, untuk masa kehamilan sampai pedet lahir sama seperti manusia 9 bulan 10 hari. Sedangkan usia sapi bisa produksi bisa sampai 12 kali beranak selama nutrisi makanan bagus, penghijauan di lapangan ada. Biasanya sampai 7 kali beranak induknya diganti atau sudah tua.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi peternak kita yang terdampak covid, dimana dinas melakukan pelayanan secara gratis sangat membantu peternak. Khususnya sasaran bagi kelompok yang dapat bantuan sapi dari pemerintah dan masyarakat sekitar pemilik ternak,” pungkasnya.

Reporter : Benny

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed