oleh

Kasus Pengeroyokan di Depan Polsek Gapura, Kemana Petugas Keamanan..??

SUMENEP | optimistv.co.id – Kasus pengeroyokan terhadap “Kholik Alim, warga Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, di depan Kantor Polsek Gapura pada hari Senin 17 Agustus 2020 kemarin, diduga memang sengaja dibiarkan.

Pasalnya, pada saat pengeroyokan itu terjadi, aparat keamanan Polsek setempat tidak dapat melakukan apa-apa. Padahal sebelum aksi pengeroyokan itu terjadi, petugas keamanan yang berada di lokasi bukan hanya petugas dari Polsek Gapura saja, namun petugas dari Koramil setempat juga berada di tempat kejadian perkara.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh korban (Kholik Alim-red) kepada sejumlah awak media. Minggu 23 Agustus 2020.

Pria yang berprofesi sebagai wartawan di media online itu menyampaikan, sebelum terjadi aksi pengeroyokan, petugas Polsek dan Koramil ada di lokasi. Bahkan, salah satu petugas Polsek Gapura sempat menyuruh korban untuk memindahkan mobil yang disebut menghadang jalan untuk masuk ke lokasi proyek PT. Garam (Persero) Kalianget.

“Waktu saya cekcok sama Sunar (Kades Paloklokan) saat itu anggota Polsek juga ada di lokasi, namun anggota itu tidak berseragam polisi,” ujarnya.

Lanjut Kholiq, usai cekcok mulut, selang beberapa menit kemudian salah satu anggota polsek Gapura juga menghampiri dirinya dan meminta agar memindahkan mobil yang disebut menghalangi aktivitas sopir pengangkut material milik PT garam.

“Bahkan, di lokasi penutupan jalan juga ada petugas kepolisian yang berseragam lengkap. Selang beberapa menit, anggota koramil Gapura juga datang ke lokasi. Saat itu massa warga Poloklokan masih sedikit yang ada di lokasi,” tuturnya.

Tak butuh waktu lama, sambung Kholik, tiba-tiba dari arah barat datanglah rombongan warga Desa Paloklokan dengan menggunakan sepeda motor, lalu menggabungkan diri ke dalam massa sebelumnya yang sudah berada di lokasi lebih awal. Massa itu berkumpul di depan SDN Gapura Barat 1.

“Nah, waktu itulah terjadi pengeroyokan terhadap saya. Padahal petugas Polsek Gapura saat itu juga ada di lokasi,” keluhnya.

Sementara Kapolsek Gapura, AKP, Irianto, saat dimintai keterangan oleh awak media terkait pengamanan dalam peristiwa tersebut, terkesan enggan berkomentar banyak. Ia justru mengatakan tidak memihak kepada siapapun

“Waktu kejadian, di Polsek Gapura hanya ada beberapa orang, yang piket hanya 3 orang ditambah pak Darsono,” ucapnya melalui pesan singkat via WhatsApp.

Reporter : Endar

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed