oleh

Kasus Dugaan Penganiayaan Wartawan di Pulau Kangean Berujung ke Ranah Hukum

SUMENEP | optimistv.co.id – Kasus dugaan kekerasan terhadap insan pers di wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali terjadi. Kali ini insan pers yang menjadi korban penganiayaan di Kabupaten paling ujung timur pulau madura ini adalah Matsuri dari wartawan media patriot.co.id.

Matsuri merupaka warga Dusun, Satamber, Desa Torjek, Kecamatan Kangayan, Kepulauan Kangean. Ia diduga dianiaya dan diancam dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit oleh tetangganya sendiri yang diketahui bernama Mukawi.

Kabiro media patriot.co.id., Moh. Saleh, menyampaikan, kronologis terjadinya peristiwa penganiayaan terhadap Matsuri, wartawan media patriot.com itu berawal pada hari jum’at malam, sekira pukul 22.00 wib, tiba-tiba terduga pelaku mendatangi rumah milik korban dan berteriak memanggil nama korban yang sedang istirahat untuk keluar dari dalam rumahnya.

“Kemudian korban terbangun dan mendatangi pelaku di luar rumahnya. Tanpa basa basi pelaku langsung menampar korban menggunakan tangan kirinya. Sedangkan tangan kanannya langsung mencabut sebilah celurit,” kata Moh. Saleh, kepada media optimistv.co.id., Sabtu malam (02-08) melalui pesan aplikasi watshapnya.

Melihat pelaku memegang celurit, lanjut Saleh, korban langsung lari ke dalam rumahnya. Tapi si pelaku tetap mengejar korban, sehingga terjadi dorong mendorong antara korban dan pelaku.

“Selain itu pelaku juga membacok-bacokan celuritnya ke pintu depan rumah korban, sehingga pintu rumah korban rusak,” jelasnya.

Namun dalam kasus ini, sambung dia, menimbulkan tanda tanya besar bagi saya. Sebab, setelah pelaku selesai melakukan aksinya, dia meminta kepada wartawan saya untuk mendatangi Kepala Desa Torjek.

“Pertanyaannya, kenapa wartawan saya ini harus menemui Kepala Desa Torjek? Dan kalau sampai tidak, pelaku ini akan kembali mendatangi wartawan saya,” ucapnya dengan penuh tanda tanya.

Ia menambahkan, jika dirinya bersama wartawannya sudah melaporkan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut ke SPKT Polsek setempat.

“Saya dan korban sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Kangayan, selebihnya saya pasrahkan sepenuhnya kepihak yang berwajib, biar hukum yang bertindak. Dan saya berharap kepolisian segera menindak lanjuti kasus ini,” tutupnya.

Reporter : Endar – Amien

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed