oleh

Kades Kerek Harap Balita Terkena Stunting Tetap Diperhatikan di Masa Pandemi

NGAWI | optimistv.co.id – Kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi di awal kehidupan seorang anak. Selain faktor lingkungan, juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

Saat wartawan Optimis mengorek data stunting di desa Kerek, sedikit terkejut karena di jelaskan oleh Kader Lestari bagian pendataan anak yang stunting. Lestari kader Stunting sampaikan bahwa desa Kerek terdiri dari 3 dusun, terdata sejumlah 63 balita, tercatat 60 balita kena stunting. Pada awal Oktober yang lalu.

Kepala Desa Kerek Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi Bayu Onggo.R menambahkan kalau melihat kesehatan balita didesa kerek pada sehat-sehat, tapi menurut pemeriksaan medis dengan mendasar usia dan tinggi badan, semua kena stunting, berarti desa Kerek kena zona merah stunting. Hal ini bikin pemikiran bagi saya sebagai pemangku pemdes desa Kerek. Dari pendataan stunting hampir 99%, untuk kesehatan anak bagaimana, sampai sekarang tidak ada tindakan untuk mengendalikan stunting bagi balita desa kerek terus gimana caranya dan Lestari juga menjawab tidak ada bantuan suplay vit atau makanan untuk para balita ini, Kades melengkapi anak balita rutin kalausedikit makanandari desa yang biasa dikasihkan saat posyandu. Sekalipun masa pandemi tetap diantar kerumah – rumah balita.

Kader Lestari juga sedikit jelaskan imbas dari stunting. Jika gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, perkembangan otak yang tidak maksimal yang dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk. Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.

Reporter : Eko

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed