oleh

Kader NasDem Ajak Gerak Cepat Antisipasi Bencana di Besowo

KEDIRI | optimistv.co.id – Hujan lebat dan sulitnya medan menuju Desa Besowo, Kecamatan Kepung, tak menghalangi langkah para Kader Partai NasDem Kabupaten Kediri untuk turun langsung di desa yang beberapa hari terakhir dilanda bencana.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri, Drs. H. Lutfi Mahmudiono, dikonfirmasi mengatakan, setelah mendapatkan masukan dari berbagai pihak terkait dengan bencana yang ada di Besowo, terutama terkait dengan jembatan yang ambrol, sehingga tidak bisa dipakai, akhirnya bersama Anggota Fraksi NasDem, Khusnul Arif, S.Sos, dan Antox Prapungka Jaya, SE., MM, Rabu, 3 Februari 2021 siang dengan mengajak BPBD dan Dinas PUPR pihaknya langsung turun ke lokasi.

“Harapan kita, apa yang terjadi di Besowo ini segera direspon dengan cepat. Kita juga ingin mendengarkan apa yang menjadi kendala, kemudian juga penyebab dari bencana ini. Setelah diketahui, tentu perlu dilakukan kajian-kajian supaya ke depannya tidak ada lagi terjadi bencana, terutama di musim penghujan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Pak Lutfi ini juga mengaku telah mendapatkan informasi kalau aliran sungai di Desa Besowo tersebut sering dibarengi dengan kayu, sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan sungai.

“Tadi juga ada informasi kalau aliran sungai disini tidak hanya sekedar air, tetapi dibarengi oleh kayu-kayu. Nah, ini perlu ditelaah dan dikaji, kayu itu berasal dari mana. Supaya ke depannya tidak lagi terjadi hal semacam ini. Sehingga bangunan atau infrastruktur disini bisa awet, dan ekonominya masyarakat juga bisa terus lancar,” imbuhnya.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri, Drs. H. Lutfi Mahmudiono sedang berdialog terkait bencana di Desa Besowo

Sementara itu, Plt. Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi, dikonfirmasi mengatakan, hari ini pihaknya mendampingi Fraksi NasDem untuk melihat sejauh mana penanganan bencana yang terjadi di Desa Besowo, karena mulai tanggal 7 Januari kemarin ada beberapa fasilitas umum yang rusak dan harus segera benahi.

Menurut Slamet Turmudi, kerusakan yang perlu segera ditangani adalah lak, atau dam penampung air bersih. Selain itu, juga ada tiga jembatan vital antar dusun di Desa Besowo yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

“Sejak tanggal 7 Januari kemarin, kami BPBD, selaku penanggulangan bencana sudah mencoba berbuat sesuatu untuk penanggulangan sementara. Yang pertama, kami sudah mengirimkan dua alat berat untuk membersihkan sisa-sisa banjir berupa kayu dan sebagainya,” katanya.

Untuk mengatasi krisis air bersih, lanjut Slamet, BPBD akan selalu siap melakukan dropping sewaktu-waktu dibutuhkan. Sedangkan untuk penangan jembatan rawa yang jebol, pihaknya juga sudah membantu bronjong, dan sak untuk penanggulangan sementara.

Kemudian karena itu juga rusak sehingga ada krisis air di Besowo. Ini juga sejak tanggal tujuh kemarin sampai hari ini. Mungkin sampai kapan dibutuhkan kami siap untuk dropping air bersih. Kemudian untuk penanganan jembatan yang rawa jebol, Itu sudah kami bantu berupa bronjong, kemudian sak. Untuk penanggulangan sementara.

“Satu bulan ini sudah berjalan dengan baik, sambil menunggu perbaikan permanen oleh dinas terkait. Namun demikian, tadi malam hujan lagi, sehingga jebol atau krisis lagi terkait dengan Batam,” tuturnya.

Kepala Desa Besowo menerima kunjungan rombongan Fraksi NasDem Kabupaten Kediri

Ditambahkan Slamet, jembatan yang sementara ini bisa dilewati hanya satu, karena yang satu sudah total putus, dan dua jembatan lagi rawan, sehingga ditutup sementara agar tidak dilalui kendaraan.

Menurut perkiraan BMKG untuk tahun 2021, lanjutnya, akan ada fenomena lamina. Dimana curah hujan lebih tinggi dari tahun kemarin. Sehingga bisa menyebabkan beberapa bencana banjir dan tanah longsor, dan di bulan Januari ini cukup banyak.

“Mungkin analisa kami juga ada hal lain yang menyebabkan itu, kenapa saya bilang seperti ini, karena banjir yang datang itu senantiasa membawa material kayu. Nah, ini barangkali memang butuh kajian mendalam. Namun, analisa sementara kami memang berapa lahan yang di atas mungkin sudah gundul dan perlu dilakukan reviasi untuk penanganan jangka panjangnya. Nanti kami akan bekerjasama dengan Perhutani untuk memulihkan lahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Besowo, Suyanto, dikonfirmasi mengatakan, tingginya curah hujan di desanya berakibat delapan dusun disitu mengalami kesulitan air bersih, karena bak penampungan airnya rusak.

Begitu pula dengan kondisi jembatan di desanya, yaitu Jembatan Sekuning sekarang ambrol dan tidak bisa digunakan. Selain itu, Jembatan Kali Tengah yang berlokasi di Dusun Besowo Timur kondisinya juga retak pada penyangga tengah dan erosi di bagian bibir sungainya. Sedangkan Jembatan Jaban yang beberapa kali dipasang bronjong serta pasir dalam sak plastik, ternyata juga ambrol.

Kades Suyanto juga berharap segera ada penanganan dari instansi terkait, agar krisis air bersih dan transportasi di desanya bisa dipergunakan seperti dahulu kembali, sehingga warga masyarakat di Besowo dapat hidup dengan tenang, dan menjalankan aktifitas dengan lancar.

Reporter : Zainal

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed