oleh

Jum’at Ngopi Edisi Ngabuburit Membedah Masalah Pertanian dan Infrastruktur

KEDIRI | optimistv.co.id Bupati Kediri, H. Hanindhito Hinawan Pramana, SH. (Mas Bup Dhito) dan Wakil Bupati, Dewi Mariya Ulfa, ST. (Mbak Wabup Dewi), Jum’at, 23 April 2021, kembali melakukan Ngobrol Persoalan dan Solusi (Ngopi) edisi Ngabuburit di bulan Ramadhan 1442 H, dengan tema : Pertanian dan Infrastruktur di Pendapa Panjalu Jayati Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Ngobrol Persoalan dan Solusi (Ngopi) edisi Ngabuburit Bersama Mas Bup Dhito dan Mbak Wabup Dewi kali ini diikuti oleh BUMDES Usaha Sejahtera Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kelompok Tani Rahayu Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Tim relawan Desa Semen dan dari Dusun Karangdowo, Desa Bulu, Kecamatan Semen, dari Desa Puhjarak Kecamatan Plemahan, dari kelompok petani tebu Desa Pagu, Kecamatan Wates, dari peternak Lele dan Gurameh serta dari Perwakilan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.

Kegiatan Jum’at Ngopi edisi Ngabuburit di Pendapa Panjalu Jayati Kabupaten Kediri (foto: Edi S – optimistv.co.id)

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Sekda Kabupaten Kediri, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Kepala dinas Lingkungan hidup (DLh), Kepala dinas Pertanian dan Perkebunan, Kepala dinas ketahanan pangan dan peternakan, Kepala dinas perikanan, Kepala bagian umum, Kepala satpol PP, Awak media, ASN Kabupaten Kediri dan lain sebagainya.

Ketua BUMDES Rahayu Sejahtera dari Desa Kandat, Agus Sulistiyono, dalam kegiatan Jum’at Ngopi edisi Ngabuburit menyampaikan langsung persoalan kepada Mas Bup Dhito, bagaimana cara membuat pupuk organik yang baik. Sebab di Bumdesnya membuat pupuk organik “Srintil” dari kotoran kambing, tetapi belum ada tenaga ahlinya.

Kegiatan Jum’at Ngopi edisi Ngabuburit di Pendapa Panjalu Jayati Kabupaten Kediri (foto: Edi S – optimistv.co.id)

Relawan Desa Semen ingin mendirikan kelompok tani (Poktan) Putra Semen Berkarya Peternak kambing fermentasi, meminta dukungan dan bimbingan dari Pemerintah Kabupaten Kediri.

Tim relawan Dusun Karangdoro, Desa Bulu, Kecamatan Semen menyampaikan persoalan bagaimana cara mengolah limbah. Kelompoknya mengolah tepung tapeoka bahannya dari ketela.

Dalam kegiatan Ngapi edisi Ngabuburit yang dilaksanakan dengan menerapkan protocol kesehatan ketat ini, Suwadji, petani tebu dari Desa Pagu menyampaikan persoalan perijinan. Sedangkan dari perwakilan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia menyampaikan kepada Mas Bup Dhito terkait legalitas lembaganya yang sudah resmi’dan siap membantu petani.

Sementara itu, Mas Bup Dhito dikonfirmasi wartawan terkait Jum’at Ngopi edisi Ngabuburit mengatakan, pihaknya meminta kepada dinas terkait untuk langsung mengecek persoalan-persoalan yang disampaikan di dalam acara tadi.

“Ini fungsi dari Jum’at Ngopi. Dimana ada beberapa hal yang tidak bisa ditangkap langsung oleh pemerintah, maka masyarakat ini bisa menyampaikan persoalannya, dan akhirnya persoalan tersebut bisa langsung diserap oleh dinas terkait,” katanya.

Sedangkan persoalan perijinan air di bawah tanah, menurut Mas Bup Dhito hal itu ijinnya ada di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kita sebagai pemerintah kabupaten akan memfasilitasi ke provinsi,” jelas Mas Bup Dhito.

drh. Tutik Purwaningsih, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, saat diwawancarai wartawan (foto: Edi S – optimistv.co.id)

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, drh. Tutik Purwaningsih, dikonfirmasi terkait produksi susu kambing Etawa mengatakan, di Kabupaten Kediri sudah mulai banyak, seperti di Plosoklaten, Ngancar dan Kandat.

“Harga susu kambing Etawa ini cukup lumayan, lebih mahal dari susu sapi. Sehingga sangat baik untuk terus dikembangkan,” ungkap Tutik Purwaningsih.

Reporter : Edy Siswanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed