oleh

Inilah Alasannya Semua Partai Jatuh Hati Pada Mas Dhito – Mbak Dewi

KEDIRI | optimistv.co.id – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramono, SH – Dewi Mariya Ulfa, ST, atau lebih akrab disapa Mas Dhito – Mbak Dewi, telah berhasil merebut simpati sembilan parpol di DPRD dan empat parpol non parlemen di Kabupaten Kediri untuk mengusungnya pada Pilbup 2020.

Pemilihan paslon ini tentunya bukan tanpa alasan yang jelas, karena mayoritas pengurus parpol dan warga mengaku sangat merindukan adanya komunikasi dengan semua pihak. Sedangkan paslon Mas Dhito – Mbak Dewi, selalu komunikatif, dan solutif terhadap siapapun, sehingga dapat diterima oleh semua kalangan.

Seperti halnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dalam mengawal paslon Mas Dhito – Mbak Dewi menuju kursi AG-1 dan AG-2 ini nampaknya juga tidak mau main-main.

Hal itu dibuktikan pada kegiatan Pendidikan Politik & Sosialisasi paslon, Senin siang, 21 September 2020.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Lotus Garden Hotel, Jl. Jaksa Agung Suprapto, No.26, Kota Kediri, Jawa Timur ini dihadiri seluruh Pengurus Dewan Syuro dan Tanfidz DPC, PAC PKB se Kabupaten Kediri, Paslon Mas Dhito dan Mbak Dewi, serta tim perwakilan tim pemenangan.

Ketua Panitia Pendidikan Politik & Sosialisasi, H. Mudhofir, SH, dalam sambutannya mengatakan, beberapa minggu lalu pihaknya telah menerima dua surat penting dari DPP dan DPW PKB Jawa Timur yang intinya mengharuskan seluruh kader PKB untuk tunduk dan patuh mendukung, serta mensukseskan calon bupati yang diusungnya.

“Tolong diawasi. Kalau ada kader yang tidak mensosialisasikan Mas Dhito – Mbak Dewi, tolong dicatat dan dilaporkan. Khusus anggota yang sembilan orang ini, mari kita bersama-sama untuk mendukung dan memenangkan paslon yang telah ditetapkan oleh DPP,” serunya.

Sementara itu, Dr. H. Nurbaidah, SH., MH, Koordinator Pemenangan Mas Dhito – Mbak Dewi, menegaskan kepada kader PKB untuk tidak terpancing dengan isu penundaan pilkada.

“Perlu saya sampaikan disini bahwa isu diluar Pilkada akan ditunda. Berdasarkan tahapan KPU, Insya Allah besok lusa penetapan calon, sebelum ada Perpu tetap berjalan sesuai biasa,” ucapnya.

Sedangkan bakal calon Bupati Kediri, H. Hanindhito Himawan Pramono, dalam sambutannya mengaku masih banyak hal yang harus dirubah di Kabupaten Kediri, salah satunya.yaitu pola komunikasi. Menurutnya, kebiasaan dari bupati itu minta untuk diajeni, namun sekarang sudah tidak berlaku lagi.

“Setiap hari Senin sampai Kamis, saya dengan Mbak Dewi akan mengurangi jam kerja di kantor, dan akan banyak mengunjungi desa-desa dan sekolah, serta puskesmas agar mengetahui secara langsung permasalahan yang ada. Kalau cuma mendapat laporan dari staf, bisa jadi kenyataannya A namun sampai di meja bupati menjadi B, C, atau D, dan seterusnya. Dan khusus untuk hari Jum’at, saya akan membuka pendopo kabupaten untuk menerima keluhan apapun dari masyarakat yang diberi nama Jum’at Ngopi (Ngobrol Persoalan dan Solusi),” tegasnya.

Selain itu, menurut Mas Dhito program yang paling utama adalah reformasi birokrasi, di antaranya membubarkan Tim TP3, karena banyak keputusan banyak keputusan dari tim ini yang melampaui keputusan bupati.

“Kalau ada pejabat yang menyalahgunakan kewenangannya, akan langsung kami tindak. Kami tidak akan memberikan uang maupun toleransi kepada pejabat yang bermain-main. Namun kami juga konsekuen akan meningkatkan ASN, mungkin yang hari ini gajinya 1.000 akan kita naikan 2.000,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, Mas Dhito akan mengkaji beberapa anggaran untuk memberikan insentif kepada para guru ngaji, mengingat SILPA di Kabupaten Kediri mencapai ratusan miliar, maka memungkinkan untuk memberikan kesejahteraan bagi guru ngaji tersebut.

“Saya sampaikan ke Pak Wasis dan Pak Sentot, bahwa GTT-PTT perlu perhatian khusus. Kalau nanti saya yang menjadi bupati, maka 8 ribu sekian guru honorer di Kabupaten Kediri harus mendapatkan haknya. Kita akan menyiapkan anggara Rp. 13 milyar lebih untuk mereka, dan ini sudah disetujui oleh anggota dewan,” paparnya.

Mas Dhito juga mengungkapkan tentang programnya untuk melakukan perubahan pada bidang pelayanan masyarakat, seperti halnya pembuatan e-KTP dan ribetnya pengurusan perizinan yang selama ini terjadi.

Pihaknya juga mempunyai program di sektor pertanian yang diambilkan dari namanya, yaitu Dhito (Desa Inovasi Tani Organik), yang akan fokus untuk melakukan pembinaan terhadap para petani agar mencapai hasil panen yang memuaskan.

“Di Kabupaten Kediri ini sebenarnya ada BUMD Candha Bhirawa yang fungsinya untuk menyelamatkan petani. Ketika harga panen anjlok, maka Canda Bhirawa akan membeli dengan harga yang disepakati. Begitu pula dengan BUMD Margo Mulyo,” terangnya.

Mas Dhito juga memaparkan terkait programnya di sektor pariwisata, maupun tentang permintaan dari para kepala desa untuk memberikan mobil siaga di setiap desa, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Dewi Mariya Ulfa dalam sambutannya mengaku kalau tidak direkom oleh PKB, maka tidak mungkin dirinya menjadi Calon Wakil Bupati Kediri.

“PKB selalu mensuport kegiatan kami. Semoga nanti kursinya bertambah, dan saya siap menerima perintah partai. Saya minta do’a restu semoga nanti saya dapat menjalankan pemerintahan ini,” tuturnya.

Seusai acara, Ketua DPC PKB Kabupaten Kediri, Drs. H. Sentot Djamaludin, dikonfirmasi mengatakan, untuk memenangkan paslon Mas Dhito dan Mbak Dewi ini, pihaknya telah membuat SK kepada DPAC yang diserahkan pada acara tersebut.

Sentot mengaku kalau sebelum memberangkatkan Mbak Dewi menjadi Wakil Bupati, pihaknya meminta agar nantinya benar-benar memperhatikan nasib para guru ngaji, karena PKB adalah partai pengajian.

Reporter : Mahbub – Suryono – Roni

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Kami dari kalangan bawah sangat merindukan figur seperti mas Dito/MB Dewi. Semoga selalu mendapat ridloNya dlm setiap program & langkahnya

News Feed