oleh

Grand Opening MKS5 Kediri Memuliakan Anak Yatim

KEDIRI | optimistv.co.id – Patut diapresiasi perhatian yang diberikan oleh Laskar Sri Aji Joyoboyo (LSAJ) Kediri kepada anak-anak yatim di Kediri, kususnya di dua Desa yang ada di Kecamatan Ngasem, yakni Desa Gogorante dan Paron.

Dalam Grand Opening Markhas Kuliner Simpang Lima (MKS5) yang merupakan unit usaha dari Koperasi Sri Aji Joyoboyo. Mengundang 47 anak yatim dari dua desa sekitar.

Kegiatan tersebut, dilaksanakan Jumat (9/10/2020) siang di area futsal Simpang Lima Gumul, tepatnya di depan gudang Dolog, Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, sesepuh yang sekaligus pembina Koperasi Sri Aji Joyoboyo, Imam Juwito mengatakan, bahwa Markhas Kuliner Simpang Lima (MKS5) dibentuk untuk mengimplementasikan dan mengintegrasikan atas UMKM yang ada di Kabupaten Kediri, yang mana didalam menggerakkan ekonomi masyarakat lewat usaha perdagangan.

“Kita mengumpulkan atau menarik UMKM yang ada di Kediri agar bisa bersinergi dengan Markhas Kuliner ini untuk bekerja sama dalam membuat dan memasarkan produksi dari masyarakat sehingga nantinya yang diharapkan adalah bisa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Imam Suhadi menambahkan, selain pembukaan MKS5, acara hari ini juga jum’at berkah, yakni memberikan makanan berupa nasi bungkus kepada para pengguna jalan yang lewat di depan MKS5 dan semua pengunjung futsal SLG Paron secara rata. “Sekitar 300 bungkus nasi yang kami berikan kepada semua masyarakat yang ada di sekitar Markhas Kuliner sini,” tandasnya.

Pada G.O ini, panitia juga mengundang Kyai kondang dari Kediri, yakni Gus Gendeng. Dalam wejangannya, Kyai yang berambut gondrong tersebut mengatakan, bahwa hari ini hitungan jawanya sangat baik. “Hari ini adalah hari Jum’at tanggal 9 Oktober 2020. Semoga dengan dibukanya MKS5 hari ini nantinya pengunjungnya akan banyak dan makin ramai, apalagi jumlah tenannya ada sembilan,” ucapnya.

Kyai nyentrik ini menambahkan, karena hari ini tanggal 9 Oktober dan jumlah tenanya ada 9, hitungannya sangat baik. “Nanti jika ramai, maka lokasi ini akan dibuka semua, jadi Markhas Kuliner semua,” bebernya.

Dalam giat ini, panitia tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, mulai dari cuci tangan, pengukuran suhu badan memakai termo gun dan wajib memakai masker.
Acara bisa berjalan lancar dan selesai pukul 16.15 WIB.

Reporter : Hadi’08

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed