oleh

Galeri Pertanian Dispertan Prov Jatim Jadi Primadona Belanjanya Kaum Hawa

SURABAYA | optimistv.co.id – Sejak dibukanya Galeri Pertanian didepan kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov.  Jatim dijalan A.Yani 152 Gayungan Surabaya setahun lalu. Masyarakat Surabaya umumnya dan kususnya para karyawan (ASN)  di sekitar kantor Dispertan Jatim sangat terbantu.

Hal ini dapat dilihat dari antusiasnya para karyawan (ASN, BUMN serta Swasta) yang berbelanja kebutuhan sembako sehari-hari di tempat tersebut.

Menurut salah satu pelanggan sebut saja Ike (nama samaran, red) mengatakan bahwa keluarga kami kalau belanja kebutuhan seperti beras pasti disini.

“Kami setiap memenuhi kebutuhan pangan selalu belanja di Galeri Pertanian sini. Seperti kebutuhkan beras dan kebutuhan pangan lainnya saya belinya ya disini. Beras kemasan 5 kg disini murah dengan harga per paketnya Rp 44.000, jadi per kg hanya Rp 8.800, rasanya enak juga, pulen dan berasnya utuh-utuh,” ucapnya, beberapa saat yang lalu.

“Selain harga beras yang murah, digaleri sini juga menyediakan  sayuran segar, kayak terong, kangkung, gambas, tomat, timun, telur ayam horn, gula dan banyak lagi, pokoknya saya sebagai karyawan merasa puas dengan pelayanan, kualitas serta harganya disini,” ujarnya.

Galeri Pertanian Dispertan Prov. Jatim yang menjadi primadona belanjanya masyarakat Surabaya

Sementara itu, Adella Maharani (20) yang menjadi penjaga sekaligus penjaja barang di galeri pertanian menjelaskan, bahwa galeri menyediakan bahan makan  kebutuhan sehari-hari.

“Digaleri Pertanian sini disediakan antaranya beras, minyak, gula, telur ayam horn, sayuran hidroponik  kayak kangkung, cabai, tomat, terong, timun, daging ayam fres, daging-dagingan, dan lainnya. Beras yang ada ini langsung dari petani dengan harga per paketnya saat ini Rp 44.000, sedangkan harga telur per kg Rp 20.500,” ucapnya.

Adella menambahkan, barang yang paling diminati dan laris manis adalah, beras, telur, gula, sayur mayur. Untuk harga sayur kangkung hidroponik Rp 5.000, dapat dua ikat, timun Rp 2.000, gambas Rp 3.000, tomat Rp 3.000, tapi sudah habis, terong Rp 3.000 juga,” terangnya.

Masih menurut perempuan asli Kencong, Pare Kediri, bahwa yang menjadi kendala selama ini yakni harga yang selalu tidak bisa stabil, seperti harga telur, diharga telur itu Kadang ada yang naik kadang ada yang turun jadi di setiap hari harus update juga, semisal harga  dipasar berapa lha disini harus lebih turun lagi. Sedang untuk yang mensuplai berasnya dari Blitar sedangkan telurnya dari Mojokerto dan Sidoarjo. Berasnya disini Punel dan enak Lo pak,” pungkas Adella

Reporter : Hadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed