oleh

Focus Group Discussion Daerah Irigasi Kabupaten Madiun 2020

MADIUN | optimistv.co.id – Pemkab Madiun melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Profil Sosial Ekonomi Teknik dan Kelembagaan (PSETK).

Dimana PSETK merupakan salah satu instrumen  yang digunakan untuk mendukung proses perencanaan yang tepat, terpadu dan terintegrasi. Dapat didefinisikan sebagai informasi atau data mengenai keadaan sosial, ekonomi, teknis dan kelembagaan  pada suatu daerah irigasi.

Adapun kelembagaan tersebut membantu program pemberdayaan P3A/GP3A/IP3A untuk meningkatkan kinerja pengelolaan irigasi pertanian partisipatif. PSETK sendiri dilaksanakan untuk 10 Daerah Irigasi (DI), yang dilakukan selama enam hari.

Untuk 10 Daerah Irigasi Kesepakatan yaitu DI Singgahan Kecamatan Kebonsari, DI Sidorejo Saradan, DI Piring Madiun, DI Glinggang Dolopo, DI Jumok Dagangan, DI Kedungbanteng Pilangkenceng, DI Kedungbrubus Pilangkenceng, DI Piring Balerejo, DI Pijenan Dolopo, dan DI Blibis Wungu.

Pelaksanaan kegiatan FGD di desa Segulung kecamatan Dagangan DI Jumok dan desa Nglanduk kecamatan Wungu DI Blibis pada hari Senin, (12/10/2020). Yang dihadiri Kepala desa, KTA atau perwakilan.

Seperti yang disampaikan Kasubid Bappeda, Sulistyo Mayasari, SE, adapun dinas pendamping kegiatan dari PU dan Pertanian. Peserta kegiatan kades, Hippa, Ghippa, Gapoktan dan KWT, wilayah yang teraliri daerah irigasi.

Lebih lanjut Kasubid Maya (panggilan akrab) menjelaskan tujuan dari penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknik dan Kelembagaan (PSETK) adalah, meningkatkan pemahaman kelembagaan pengelola irigasi dan pengguna lainnya terhadap pelaksanaan kegiatan dan pemahaman prinsip-prinsip PSETK.

Meningkatkan kemampuan kelembagaan pengelola irigasi dan pengguna lainnya dalam persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut hasil kegiatan PSETK.

“Serta meningkatkan kemampuan kelembagaan pengelola irigasi dan pengguna lainnya dalam merumuskan program kerja pemberdayaan kelembagaan irigasi,” terangnya.

Maya menambahkan, penyusunan PSETK meliputi tahapan penelusuran jaringan. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data sekunder dan penelusuran jaringan, pengisian data primer sesuai form dalam pengaduan.

“FGD sendiri bertujuan, untuk memperdalam dan mengidentifikasi masalah di DI dan sekitarnya.Tersusunnya gagasan adalah skala prioritas penanganan masalah, perbaikan jaringan irigasi dan revitalisasi pembentukan, P3A/GP3A/IP3A/Poktan/Gapoktan dan KWT,” jelasnya.

Kegiatan tersebut bertujuan menjaring permasalahan di wilayah sepanjang saluran Daerah Irigasi dari unsur sosial, ekonomi, teknik dan kelembagaannya dalam hal ini Hippa, Ghippa, Poktan dan Gapoktan.

“Permasalahan tersebut akan dituangkan dalam dokumen PSETK dan dijadikan dasar perencanaan 5 tahun kedepan sebagai acuhan OPD dalam melaksanakan program kegiatan,” pungkas Kasubid Maya.

Reporter : Benny

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed