oleh

FGD Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Madiun Tahun 2020

MADIUN | optimistv.co.id – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bidang Ekonomi menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dilaksanakan beberapa waktu lalu di dua tempat yakni Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dan Malang, Jawa Timur.

Kegiatan FGD Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut dihadiri 25 orang, terdiri dari Tim Teknis PAD Bappeda berdasarkan SK 16 orang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) 6 orang, serta narasumber dari Mas’ud Said Institute (MSI) 3 orang yakni Prof. M. Mas’ud Said, MM, PH.D, DR. Wilopo, M.AB, Boedi Prijosoeprajitno, SH, M.Si, serta Moderator, Abdul Muthalib, SE (Direktur MSI). (22/12).

Adapun dasar kegiatan satu, peningkatan PAD merupakan salah satu modal keberhasilan dalam mencapai tujuan pembangunan daerah. Serta menentukan kapasitas pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan, yakni melaksanakan pelayanan publik (public service function), dan pembangunan (development function).

Dua, dalam rangka menggali potensi peningkatan PAD Kabupaten Madiun, karena dengan kemampuan keuangan, baik bersumber anggaran dari pusat maupun daerah akan memberi keleluasaan mengimplementasikan visi, misi dan program utama.

Tiga, capaian kemandirian daerah dalam memenuhi pembiayaan pembangunan daerahnya melalui PAD, masih ditemukan belum angka yang menggembirakan / mengindikasikan masih sangat tergantung bantuan dari dana yang bersumber dari pusat untuk membiayai segala kewajibannya terkait pembangunan dan pemerintahan.

Jajaran MSI dan Bappeda Kabupaten Madiun

Pelaksanaan FGD Pendapatan ini bertujuan untuk menggali potensi dan permasalahan yang dihadapi kabupaten Madiun dalam upaya meningkatkan PAD.

Untuk mencapai tujuan sasarannya yakni, teridentifikasi potensi peningkatan PAD dan permasalahan terkait pendapatan Kabupaten Madiun.

Materi FGD peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun Tahun Anggaran 2020 adalah, strategi jitu peningkatan PAD Kabupaten Madiun, Financial capacity dan penguatan PAD, serta kualitatif dan kuantitatif potensi PAD.

Adapun hasil pelaksanaan FGD peningkatan PAD Kabupaten Madiun tahun 2020 adalah satu, peningkatan PAD Kabupaten Madiun yang berbasis pada sinkronisasi data dan formula integrasi pajak perlu direalisasikan antara PBB, pajak hotel dan restoran, BPHTB, minerba, pajak penerangan jalan, pajak reklame, BUMD, parkir pasar dan retribusi lain. Dua, data wajib pajak yang tidak akurat, besaran pajak lama tidak disesuaikan, kurangnya personel (juru sita, juru taksir, Satpol PP, dan pemeriksa).

Dari hasil FGD peningkatan PAD Kabupaten Madiun tahun 2020 perlu, regulasi terkait pajak daerah dan retribusi sudah terlalu lama perlu diperbarui. Valisidasi dan pembaharuan basis dat obyek pajak dan retribusi, serta Sinkronisasi dalam menentukan Roadmap peningkatan PAD Kabupaten Madiun.

Rencana tindak lanjut kegiatan Focus Group Discussion (FGD) peningkatan PAD Kabupaten Madiun dihadiri oleh, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bappeda, perwakilan Bidang Bappeda Kabupaten Madiun.

Reporter : Benny

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed