oleh

Eks Narapidana Terorisme Bom Surabaya Tolak Radikalisme dan NKRI Harga Mati

MOJOKERTO | optimistv.co.id – Yayasan Rumah Moderasi Mojokerto, yang beralamat di Dusun Betro Timur, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, yang diketuai oleh Ustadz Ali Imron, Jumat malam (24/12/2021) mengelar acara Pernyataan Sikap eks Narapidana Terorisme Kasus Bom di Surabaya , Sutrisno dan Putranya Lutfi Teguh Oktavianto yang ingin kembali kepangkuan NKRI.

Selain acara Pernyataan Sikap Cinta NKRI Harga Mati dan Tolak Radikalisme, acara tadi malam itu juga diwarnai dengan do’a beersama, kirim doa untuk Alm. Sahabat Riyanto Anggota Banser Kota Mojokerto yang menjadi Pahlawan Bom Natal di Gereja Eben Haezer Mojokerto pada 24 Desember 2000 silam.

Dalam Pernyataan Sikapnya itu, Sutrisno dan Anaknya Lutfi Teguh Oktavianto mantan Teroris yang baru keluar dari Nusakambangan bulan Agustus lalu, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Alm. Riyanto yang telah menyelamatkan banyak orang walaupun dia sendiri harus kehilangan nyawanya demi orang lain.

“Semoga Almarhum Saudara Riyanto mendapatkan tempat yang mulia di Sisi Alloh SWT,” ucap Sutrisno dan Anaknya Lutfi Teguh Oktavianto mantan narapidana Terorisme ini.

Untuk itu, Sutrisno dan Lutfi Teguh Oktavianto menjelaskan bahwa melalui Rumah Moderasi Mojokerto ini pihaknya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dan kompenan bangsa ini untuk bersama-sama membangun kesadaran bahwa aksi – aksi teror termasuk pengeboman akibat propaganda dari konspirator di tingkat global, yang bertujuan mengadu domba sesama umat Islam dan sesama warga Bangsa.

“Kita harus sadar, bahwa intoleransi, paham Radikal Terorisme dan Aksi teror merupakan musuh kita bersama” lanjut Sutrisno.

Dalam kesempatan itu Sutrisno dan Lutfi Teguh Oktavianto ini juga memberikan pesan kepada masyarakat.

“Mari kita hidupkan semangat toleransi dan pengorbanan sahabat Riyanto dengan mendoakannya dan kita harus sama sama menjaga NKRI. Semoga Indonesia selalu damai untuk dapat menjaga segela kekayaan alam yang Alloh limpahkan, agar dapat memberi sebesar besarnya kemakmuran untuk seluruh warga negara Indonesia. NKRI HARGA MATI, RADIKALISME, NO WAY, ” teriak Sutrisno bersemangat mengkhiri Pernyataan Sikap dirinya yang telah bertekad untuk kembali ke Pangkuan NKRI ini.

Eks Narapidana Terorisme Bom Surabaya Sutrisno dan Lutfi Teguh Oktavianto saat Membacakan Pernyataan Sikap NKRI Harga Mati dan Tolak Radikalisme

Sementara itu hadir dalam acara Pernyataan Sikap dan Kirim Doa tersebut,yakni Kepala Desa Betro, Sutrikno didampingi seluruh para Perangkat Desa Betro.

Hadir pula pejabat dari BNPT ( Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ) Indonesia, Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto, Kapolsek Kemlagi, bersama Danramil Kemlagi, juga Perwakilan dari Polresta Mojokerto, Kodim 0815 Mojokerto, Anggota Banser, Gus Durian, GP. Ansor, LDNU, Pengurus MWC NU Kemlagi, Ulama dan Kyai NU dan berbagai elemen dan tokoh masyarakat yang ada di Desa Betro.

Sementara itu Ketua Yayasan Rumah Moderasi Mojokerto, Ustadz Ali Imron mengucapkan rasa syukurnya karena acara Pernyataan Sikap dan Kirim Doa untuk Almarhum Sahabat Riyanto Anggota Banser ini Berjalan Sukses dan Lancar.

“Kami selaku Ketua Yayasan Rumah Moderasi MOJOKERTO ini mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dalam acara Pernyataan Sikap dan Kirim Doa untuk Almarhum Saudara Riyanto. Alhamdulillah Acara nya berlangsung sukses dan lancar dan giat Pernyataan Sikap ini bisa untuk percontohan untuk daerah lain di Indonesia,” ucap Ustadz Ali Imron Ketua Yayasan Rumah Moderasi Mojokerto.

Reporter : Kartono 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed