oleh

Dukung Jatim Bermasker, Bupati Serahkan Masker di Kecamatan Jombang

JOMBANG | optimistv.co.id – Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab, Jumat (7/8/2020) didampingi Asisten Pemerintahan, Kepala Dinas Kominfo dan Kepala Dinas Kesehatan mensosialisasikan Surat Edaran tentang Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Pesta Perkawinan, Hajatan, dan Pertunjukan Seni dalam Hajatan di Kecamatan Kota Jombang.

Dalam sosialisasi yang dihadiri Forkopimcam, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, dan Kepala Desa dan Lurah di wilayah Kecamatan Jombang ini dipaparkan bagaimana detil isi Surat Edaran Bupati Jombang Nomor: 700/415.10.1.3/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Pesta Perkawinan Hajatan Dan Pertunjukan Seni Dalam Hajatan.

“Dengan sosialisasi ini saya berharap masyarakat dapat memahami secara tuntas dan tidak sepotong sepotong untuk dapat mengetahui juga memahami bagaimana aturan Protokol Kesehatan ketat dalam pelaksanaan hajatan ditengah pandemi Covid 19. Masyarakat juga paham apa yang dimaksud dengan New Normal atau tatanan kehidupan normal baru”, tambah Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab.

Untuk bisa menyelenggarakan hajatan di tingkat desa, penyelenggara harus memiliki surat rekomendasi dari desa yang digunakan untuk minta persetujuan di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan. Namun apabila kalau hajatannya besar, izin ke Gugus Tugas PP Kabupaten,” tambahnya.

Di dalam surat edaran tersebut, ada aturan detail bagi yang akan menyelenggarakan hajatan. Mulai dari aturan untuk event organizer, jasa catering, jasa rias, penyewa busana, pengusaha sound sistem tamu undangan, mempelai pengantin dan keluarga, hingga penyelenggara seni budaya. Semuanya sudah diatur secara detail.

 

Bupati menegaskan, semua aturan yang diberlakukan itu harus dipenuhi. Bupati juga minta tetap menjaga kebersihan dan mengingatkan penggunaan masker, face shield dan jaga jarak di setiap acara. Hajatan disertai hiburan, maksimal tujuh orang, termasuk MC, penyanyi dan kru musik. Aturan inipun membatasi waktu penyelenggaraan hiburan, siang hari maksimal pukul 16.00 WIB

“Kalau bisa, pelaku seni dari Kabupaten Jombang, bukan dari luar Jombang. Kalau suhu tubunya tinggi dilarang ikut menghibur,” tambahnya. Ia juga menegaskan, agar tidak menerima dan menawarkan sumbangan lagu dari tamu undangan.

“Sebisa mungkin kita hindari kontak fisik antar orang, jadi menerima atau menawarkan sumbangan lagu dari tamu undangan itu tidak perlu,” tegas orang nomor satu di Jombang ini. Begitu pula undangan yang hadir dibatasi 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan.

“Kalau di dalam sudah mencapai 50 persen harus antre dulu di luar. Perlu digarisbawahi, jika di lingkungan sekitar hajatan ada yang terpapar Covid-19, maka sementara hajatan ditunda dulu,” pungkas Mundjidah.

Camat Jombang, Muhdlor dalam sambutannya melaporkan bahwa pelunasan PBB di Kecamatan Kota Jombang selau rangking 21. Diharapkan dengan kerjasama yang baik semua masyarakat juga Pemerintahan Desa diharapkan pelunasan PBB di Kecamatan Kota Jombang ini ada peningkatan. “Insyaallah teman teman Kades berjanji bulan September akan dapat menuntaskan pelunasan PBB, ” tutur Muhdlor.

Pada kesempatan tersebut Bupati Jombang juga menyerahkan bantuan berupa thermal gun serta masker sebagai upaya mendukung program Jombang Bermasker menindaklanjuti program yang telah di launching Forkopimda Jawa Timur yakni Jatim Bermasker.

Usai acara Bupati Jombang juga meninjau proyek pembangunan Gedung Kecamatan Jombang senilai 2,3 Milyar yang masih dalam proses pembangunan, serta melihat langsung ruang Pelayanan Terpadu Administrasi (Paten) Kecamatan Jombang sementara untuk masyarakat.

Reporter : Budi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed