oleh

DKP Jatim Bidang Budidaya Rintis Bisnis Arwana Silver Banjar

SURABAYA | optimistv.co.id – Patut diapresiasi  satu terobosan bisnis segera dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim, menyusul tingginya kebutuhan ikan hias Arwana (Scleropages formosus) di Indonesia. Kini DKP Jatim tengah merintis pengembangbiakan ikan hias jenis Arwana.

Peluang bisnis bernilai miliaran rupiah itu diterapkan di Instalasi Perikanan Budidaya (IPB) di Punten, Batu. Saat ini, telah dipelihara 15 ekor Arwana jenis Silver Banjar yang dibeli langsung dari habitatnya di Kalimantan.

‘’Secara geografis, Batu tidak cocok untuk budidaya ikan Arwana. Tetapi, karena peluang bisnis Arwana cukup tinggi dan sangat menjanjikan, tidak ada salahnya kita coba,’’ kata Kepala IPB Batu Iswahyudi S.Pi, MP beberapa saat yang lalu. (dikutip dari new malang  pos).

Disebutkan dia, setahun lalu IPB membeli 70 ekor Silver Banjar dari Kalimantan Selatan. Tetapi, karena iklim dan cuaca di Batu tidak sama dengan di Banjarmasin, maka 55 ekor Arwana mati.

‘’Cuaca di sana (Banjarmasin) sangat panas. Suhu untuk Arwana yang bagus antara 28 sampai 30 derajat. Nah di Batu sini, udaranya cukup dingin. Makanya, banyak yang mati,’’ papar Iswahyudi.

Menurut dia, dari kasus matinya 55 ekor Arwana tidak membuat tim IPB Batu putus asa. Sebaliknya, justru giat mencari jawaban yang pas agar sisa 15 ekor Arwana tetap hidup dan tumbuh seperti diharapkan.

‘’Perlahan tapi pasti, akhirnya ketemu. Alhamdulillah, sampai sekarang 15 ekor Arwana tersisa tumbuh besar. Dan inilah modal utama pembibitan Arwana yang sekarang kita punya,” ujarnya.

Digambarkan dia, secara teoritis 15 Arwana baru bisa bertelur saat berusia 2,5 – 3 tahun. Setiap ekor memiliki kemampuan bertelur sampai 500 biji. Atau sekitar 7.500 butir telur. Dalam setahun bisa bertelur sampai tiga kali.

Dengan asumsi tiap ekor telur yang hidup hanya 200 biji saja, maka didapat 3.000 benih ikan Arwana. Setahun kurang lebih bisa diproduksi 9.000 ekor benih ikan Arwana. Harga seekor jenis Silver Banjar minimal Rp 75.000.

‘’Anda bisa hitung sendiri, betapa besar peluang bisnis ikan Arwana di Indonesia. Apalagi di Jatim belum ada pengusaha yang mengembangbiakan atau melakukan pembenihan ikan Arwana,” terangnya.

Ditambahkan dia, usia Arwana yang kini dimiliki IPB Batu rata-rata 1,5 tahun. Berarti 1,5 tahun lagi, 15 Arwana tadi sudah bisa dibudidayakan dan dikembangkan untuk bisnis secara murni.

‘’Doakan saja bisa sukses. Sekarang masih nunggu 1,5 tahun lagi. Kira-kira tahun 2022 akhir sudah bisa dilihat hasilnya,’’ pungkas Iswahyudi yang asli arek Osing Banyuwangi ini sembari menunjukkan Arwana dimaksudkan.

Reporter : Hadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed