oleh

Dinilai Terlalu Tinggi Mengambil Keuntungan, e-Warong di Wilayah Kecamatan Lenteng Terancam Dievaluasi

SUMENEP | optimistv.co.id – e-Warong program Sembako di wilayah Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terancam dievaluasi oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten sebagai leading sektor dari program Sembako tahun 2020.

Pasalnya, e-Warong di wilayah Kecamatan Lenteng diduga telah mematok harga bahan pangan yang disediakan terlalu tinggi (mahal), sehingga KPM program Sembako tahun 2020 di Kecamatan Lenteng mengeluh dan menilai e-Warong atau Agen terlalu banyak mengambil keuntungan.

Menurut Kepala Dinas (Kadis) sosial Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, kepada media optimistv.co.id, mengatakan, penyaluran program Sembako tahun 2020 kepada KPM, wajib mengikuti pedoman umum (pedum) yang di dalamnya diikat oleh 6T, yaitu tepat sasaran, tepat harga, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat administrasi.

“Apabila nanti beras yang disediakan ternyata kualitas dan harganya terlalu jauh, berarti agen-agen atau e-Warong tersebut perlu dieavaluasi,” kata Mohammad Iksan, kepada media ini. Jum’at (06-03), saat ditemui langsung di ruang kerjanya.

Dikatakan Iksan, pihaknya menghimbau kepada TKSK dan juga e-Warong di wilayah Kecamatan Lenteng, agar segera memperbaiki tepat harganya tersebut. “Supaya KPM program Sembako di Kecamatan Lenteng mendapatkan hak-haknya dengan barang yang berkualitas,” terangnya.

Iksan kembali menegaskan, bahwa semua agen atau e-Warong, TKSK dan juga KPM program Sembako diikat oleh 6T. Jadi semua bahan pangan (barang) yang disalurkan kepada KPM itu harus sesuai dengan 6T.

“Kalau 6T itu tidak terlaksana di wilayah Kecamatan Lenteng, KPM boleh untuk pindah atau melakukan transaksi di tempat lain, dan semua barang yang disalurkan kepada KPM tanggung jawab penuh dari e-Warong,” sambung dia.

“Segera perbaiki tepat harganya, kalau Supliernya yang sekarang tidak cocok, silahkan pindah ke Suplier yang lain. Hal itu berlaku juga bagi KPM, jika barang yang disediakan oleh e-Warong tidak diminati, KPM boleh melakukan transaksi di e-Warong Kecamatan Lain,” imbuhnya.

Beras yang diterima oleh KPM program Sembako tahun 2020 di Kecamatan Lenteng

Diberitakan sebelumnya, salah satu warga Kecamatan Lenteng menilai realisasi atau pendistribusian bantuan program Sembako tahun 2020 di wilayah Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, merugikan terhadap keluarga penerima manfaat.

Hal itu dikarenakan e-Warong atau Agen penyalur bantuan Program Sembako yang ada di wilayah Kecamatan Lenteng menjual bahan pangan yang disediakan terlalu tinggi (mahal) terhadap penerima manfaat.

Menurut Mursid Duta, salah satu masyarakat Kecamatan Lenteng, kepada team awak media optimistv.co.id, mengatakan, berdasarkan hasil investigasi di lapangan, bantuan Program Sembako bagi KPM di wilayah Kecamatan Lenteng sudah terdistribusi 2 (dua) bulan, yaitu bulan Januari dan Februari dengan nominal uang bantuan Rp. 150.000 per bulan.

“Namun sayangnya bantuan Program Sembako di Kecamatan Lenteng diduga hanya menguntungkan e-Warong atau Agen saja. Karena dalam satu bulan, mayoritas KPM di Kecamatan Lenteng menerima bahan pangan berupa Beras 10 kg, merk Beras Kita yang dihargai Rp. 110.000, Telur 7 butir kami anggap dengan nilai 1/2 kg, dengan harga Rp. 12.000, dan Kacang Tanah 1/2 kg dengan harga Rp. 11.500,” kata Mursid kepada team media ini, Kamis (27-02).

Pasalnya, jika diakumulasikan semua harga bahan pangan yang dijual oleh mayoritas e-Warong di wilayah Kecamatan Lenteng kepada KPM bantuan Program Sembako berjumlah Rp.133.500, dan keuntungan setiap e-Warong berada dikisaran Rp. 16.500 per KPM. Jadi kalau Program Sembako tahun 2020 ini sudah terealisasi 2 bulan, keuntungan e-Warong berada di posisi Rp. 33.000, hal ini menurut saya sudah diluar batas kewajaran.

“Karena beras yang disediakan oleh e-Warong merk-nya Beras Kita, walaupun kualitasnya premium, tetapi KPM di Kecamatan Lenteng masih dimanfaatkan, karena kalau dibandingkan dengan Kecamatan lain, beras yang disediakan oleh e-Warong itu berasnya adalah Ikan Paus,” terang dia.

Lanjut Mursid, kami berharapan dan meminta kepada Team Koordinasi (Tikor) Kabupaten dan Tikor Kecamatan Lenteng agar pengawasannya lebih ditingkatkan lagi, sehingga KPM merasa lebih puas lagi dengan bahan pangan yang disediakan oleh e-Warong.

“Kami tidak munafik setiap orang jualan butuh untung, tapi harapan kami yang berimbang lah, karena kalau hal ini selalu terjadi maka kami sebagai KPM yang dirugikan,” imbuhnya.

Reporter : Sheno – Endar – Team

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed