oleh

Diduga Akibat Keterangan Palsu, Warga Sendir Tersingkir Sebagai Penerima PKH

SUMENEP | optimistv.co.id – Salah satu penerima manfaat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, bernama F. Uly Arta, diduga merasa telah di dzholimi oleh Pemerintah Desa setempat.

Dugaan, pihak Pemerintah Desa Sendir dengan sengaja telah memberikan keterangan palsu terhadap pendamping PKH Desa Sendir pada saat kegiatan validasi data penerima bantuan PKH yang digelar sekitar empat bulan yang lalu di Balai Desa setempat.

Akibatnya, seorang ibu dari empat orang anak tersebut tersingkir sebagai penerima manfaat bantuan PKH, terhitung sejak bulan Juli tahun 2020 kemarin.

Menurut F. Uly Arta, kepada media optimistv.co.id., mengatakan bahwa, dirinya merupakan salah satu penerima manfaat bantuan PKH di Desa Sendir. Ia baru mengetahui hal tersebut pada saat dirinya meng-croschek langsung ke Bank Mandiri Sumenep tanggal 10 September 2020 kemarin.

“Jadi saya coba cros-chek ke Bank Mandiri beberapa hari yang lalu, kata pihak Bank saya ini penerima bantuan PKH. Lalu saya dikasih nomernya pendamping PKH Desa Sendir oleh pihak Bank. Tapi setelah saya tanya ke Pak Khairul selaku pendamping, katanya saya bukan penerima bantuan PKH,” ujarnya.

Karena saya masih penasaran, sambung uly, sapaan akrabnya itu, saya coba konfirmasi ke Dinas Sosial Sumenep di bagian PKH. Ternyata memang benar kalau saya adalah penerima bantuan, tapi telah dihapus dari daftar penerima manfaat bantuan.

“Lalu saya hubungi lagi Pak Khairul. Nah pada saat itu ia baru memberikan penjelasan kepada saya, kalau saya ini memang sempat terdaftar sebagai penerima manfaat. Tapi karena pada saat validasi data di Balai Desa saya tidak hadir karena tidak adanya pemberitahuan secara tertulis terhadap saya, dari hal itu nama saya dihapus,” lanjutnya.

Uly menambahkan, bahwa pada saat kegiatan validasi data penerima bantuan PKH, dirinya tidak pernah merasa diundang dalam kegiatan tersebut, baik undangan dari Pemerintah Desa maupun dari Pendamping PKH Desa Sendir.

“Gimana mau hadir, wong pada saat itu tidak ada pemberitahuan ke saya, baik secara tertulis maupun secara lisan,” tegasnya.

Sementara pendamping PKH Desa Sendir, Khairul, saat dikonfirmasi oleh awak media ini melalui sambungan telephone selulernya tidak menampik jika F. Ully Arta memang sempat terdaftar sebagai penerima bantuan PKH.

“Dulu nama yang bersangkutan memang ada dalam data penerima manfaat. Karena pada saat validasi awal dia tidak hadir ke Balai Desa akhirnya namanya kita coret dari penerima manfaat,” kata Khairul. Jum’at (11-09).

Khairul menjelaskan, bahwa terkait masalah pemberitahuan atau undangan kegiatan validasi data awal penerima bantuan PKH di Desa Sendir sudah dipasrahkan kepada Pemerintah Desa setempat.

“Dan pada saat kegiatan validasi awal itu saya sudah menanyakan kepada Perangkat Desa setempat, katanya yang bersangkutan ini sudah tidak tidak lagi tinggal di Sendir makanya kita hapus namanya, karena kita anggap orangnya tidak diketemukan,” tukasnya.

Reporter : Bashori – Team

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed