oleh

Diberitakan Jual Beras di Atas HET, Pemilik e-Warong : Saya Mengikuti Arahan TKSK

SUMENEP | optimistv.co.id – Viralnya pemberitaan di beberapa media online terkait persoalan salah satu e-Warong sembako di Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, yang diduga menjual beras medium di atas harga eceran tertinggi (HET) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), nampaknya mulai menjadi bola panas.

Pasalnya, pemilik e-Warong sembako di Desa Gadu Timur tersebut membantah dengan keras jika pihaknya dituding tidak mengikuti arahan TKSK dan Tikor Kecamatan Ganding saat mendistribusikan bantuan Sembako bulan Juni, tahun 2020 di Desa setempat.

Menurut pemilik e-Warong di Desa Gadu Timur, Hermawati melalui suaminya, Muhdar mengatakan, apa yang dikatakan oleh TKSK dan juga Tikor Kecamatan Ganding itu tidak sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan. Karena semua arahan dari TKSK dan Juga Tikor sudah diikuti dalam penyaluran bantuan Program Sembako di Desa Gadu Timur.

“Memang TKSK dan Pak Wahyudi menegur saya terkait masalah kualitas beras yang saya sediakan, katanya beras yang saya sediakan kurang bagus,” kata Muhdar, kepada media optimistv.co.id., Rabu malam (17-06) melalui via telephone selulernya.

Setelah itu, Lanjut Muhdar, TKSK meminta kepada saya untuk tidak menjual beras yang saya sediakan seperti harga beras yang saya sediakan bulan sebelumnya, karena memang kualitas berasnya tidak sama.

“Tapi harga yang saya patok perkilogramnya itu sudah arahan dari TKSK. Kapanpun saya berani dipertemukan dengan TKSK dan juga Tikor Kecamatan,” terang dia.

Muhdar juga mengklaim bahwa tidak ada KPM yang merasa dirugikan terkait dengan kualitas bahan pangan yang telah disalurkan kepada para KPM. Bahkan pada saat penyaluran TKSK dan Tikor Kecamatan sudah bertanya langsung kepada para KPM, dan KPM merasa puas dengan bahan pangan yang diterimanya.

“Hal itu juga dibuktikan dengan jumlah KPM yang bertransaksi di e-Warong istri saya. Pada bulan sebelumnya e-Warong Semoga Jaya hanya melayani 140 KPM, tapi sekarang kami melayani 372 KPM,” terang dia.

Ia juga menjelaskan, KPM sembako yang mencairkan bantuan sembako bulan Juni di e-Warong Semoga Jaya mendapatkan bahan pangan lebih banyak dari bulan sebelumnya.

“Kalau bulan sebelumnya KPM itu mendapatkan beras 15 kg, telur 8 butir, dan kacang tanah 1/4. Kalau yang sekarang telurnya sebanyak 17 butir, kalau ditimbang lebih 1 kilogram,” imbuhnya.

Diberitkan sebelumnya oleh beberapa media online di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bahwa e-Warong Sembako di Desa Gadu Timur, Kecamatan Ganding diduga telah menjual beras mediuam di atas HET kepada KPM sembako di Desa setempat.

Sehingga e-Warong tersebut dinilai telah melabrak Pedoman Umum (Pedum) dalam menyalurkan bantuan sembako kepada para KPM. Sebab, e-Warong di Desa Gadu Timur tersebut diduga telah mengambli keuntungan terlalu tinggi.

Dikutip dari pemberitaan media deteksi.co.id, sebelum bahan pangan yang disediakan oleh e-Warong tersebut didistribusikan kepada para KPM, TKSK dan juga Team Koordinasi Kecamatan Ganding mengaku telah menegur dan meminta kepada pemilik e-Warong di Desa Gadu Timur tersebut, supaya beras yang disediakan tidak disalurkan kepada KPM.

“Saya kemarin dengan Tikor Kecamatan sudah datang ke lokasi dan saya sudah memberikan teguran kepada agen tersebut. Karena berasnya medium dan harganya diatas HET saya minta jangan di distribusikan sebelum ditawarkan kepada KPM,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wahyudi, Tikor Kecamatan Ganding yang mengatakan bahwa beras di salah satu agen di Desa Gadu Timur itu adalah beras medium.

“Waktu saya kesana bersama pendamping TKSK sudah menyampaikan bahwa berasnya kalau bisa ditukar saja, karena tidak sesuai dengan harganya. Berasnya ada menirnya dan ada baunya sedikit,” ungkap Kasi Kesra Kecamatan Ganding kepada awak media di Kantornya. Rabu (07/06).

Reporter : Amien – Endar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed